Rumah Rapuh Roboh di Sragen Timpa Nenek 83 Tahun hingga Meninggal
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.
Ilustrasi vonis hakim.(JIBI/Solopos/Dok.)
Rusuh suporter yang melibatkan Aremania dan suporter Surabaya United akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri Sragen pekan ini.
Harianjogja.com, SRAGEN — Sidang perdana kasus penyerangan terhadap suporter Arema Cronus (Aremania) yang dilakukan suporter Surabaya United akan digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Sragen, pekan ini.
Dari 31 tersangka, baru satu tersangka, DR yang dilimpahkan oleh Polres Sragen ke PN setempat. DR berstatus masih anak-anak dan perkaranya telah dipisahkan dengan tersangka lainnya.
Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo menyatakan, penyidik Satreskrim Polres Sragen telah menyerahkan tersangka DR dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen. Sementara untuk mengantisipasi adanya gangguan massa saat kasus disidangkan di PN Sragen, Polres Sragen telah menyiapkan personel untuk pengamanan.
“Semua barang bukti sudah di Kejaksaan semua. Tersangka Bonek anak-anak sudah P21 [lengkap]. Sekarang Satreskrim tinggal menyelesaikan kasus 30 tersangka lainnya. Ya, dalam waktu dekat berkasnya sudah segera disampaikan ke Kejari Sragen,” ujar Kapolres, saat ditemui Solopos.com, Senin (4/1/2016).
Ancaman Pasal Berlapis
Sementara, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sragen, Hanung Widyatmaka mengatakan, penyerahan tersangka DR dan barang bukti dilakukan oleh kepolisian setempat pada Kamis (31/12/2015) lalu. Meski status DR di bawah umur, namun ancaman jeratan terhadap pasal berlapis yakni Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kekerasan Terhadap Orang atau Barang atau Pasal 406 KUHP tentang perusakan terhadap barang tetap dikenakan tetap diterapkan.
Adapun ancaman hukuman yang menjerat DR adalah hukuman 12 tahun atas pelanggaran Pasal 170 KUHP dan ancaman dua tahun untuk pelanggaran atas Pasal 406 KUHP.
“Biasanya untuk kasus anak-anak hanya melakoni separuh dari vonis yang dijatuhkan hakim. Sidangnya pun dilaksanakan secara tertutup,” imbuh Hanung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Malaysia setelah terjatuh pada lap kedua. Pembalap Indonesia itu kini membidik hasil lebih baik di Qatar.