Brajamusti Nilai Pembentukan Korwil dan Korcam Penting

Arief Junianto
Arief Junianto Senin, 25 Januari 2016 13:35 WIB
Brajamusti Nilai Pembentukan Korwil dan Korcam Penting

Brajamusti memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka PSIM Jogja dalam pertandingan persahabatan melawan Persela Lamongan di Stadion Mandala Krida, Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (20/4/2015). Persela yang ketinggalan satu gol pada babak awal, berhasil menebus kekalahan dengan satu gol pada babak kedua. Skor imbang 1-1 itu bertahan hingga babak ke dua usai. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Brajamusti, kelompok suporter PSIM menilai bahwa pembentukan korwil dan korcam terutama di daerah perbatasan penting.

 

 
Harianjogja.com, JOGJA — Salah satu kelompok suporter PSIM, Brajamusti merencanakan pembentukan Koordinator Wilayah (Korwil) dan Koordinator Kecamatan (Korcam). Pembentukan Korwil dan Korcam dinilai penting oleh DPP Brajamusti untuk memperkuat koordinasi dengan anggotanya.

Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) Brajamusti Rahmad Kurniawan menyatakan, pembentukan korwil dan korcam akan difokuskan pada kantong-kantong anggotanya terutama di area perbatasan dengan basis suporter tim lain. Pembentukan kedua wadah ini di lokasi perbatasan dinilai penting karena di wilayah tersebut sangat rentan terjadi gesekan antaranggotanya dengan kelompok suporter lain. Diharapkan dengan pembentukan korwil dan korcam maka potensi gesekan bisa diantisipasi dan diredam.

“Karena kalau ada korwil dan korcam, koordinasi dan pemantauan terhadap akar rumput menjadi lebih. Selama ini, terjadinya gesekan seringnya karena tak maksimalnya koordinasi pengurus DPP dengan laskar-laskar yang ada di tataran akar rumput,” ujar pria yang akrab dipanggil Mamek ini, di sela acara Rapat Kerja DPP Brajamusti, Minggu (24/1/2016) di Aula Lantai II Kantor Pemkot Jogja
Selain pembentukan korwil dan korcam, Mamek mengungkapkan pendataan anggota juga dilakukan. Pendataan dan pembaharuan Kartu Tanda Anggota (KTA) terus dilakukan.

“Sudah ada sekitar 50 laskar yang sudah kami perbaharui KTA-nya. Total KTA yang kami edarkan sudah 1.350 lembar,” lanjut Mamek.

Pembaharuan KTA, menurut Mamek terus dilakukan hingga jelang Musyawarah Anggota (Musta) 2017 mendatang. Selama ini kesulitan yang dialami oleh DPP Brajamusti terkait dengan pendataaan KTA adalah keberadaan para anggota. Di mana anggota dari Brajamusti tidak hanya berada di Kota Jogja, namun juga tersebar di sejumlah wilayah di DIY.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online