Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Piala HB X diwacanakan bakal menggantikan Piala Bung Karno.
Harianjogja.com, JOGJA — Panitia pelaksana Piala Bung Karno (PBK) mewacanakan menggelar turnamen Piala Hamengku Buwono (HB) X. Wacana itu muncul karena batalnya Yogyakarta menjadi tuan rumah PBK.
Salah satu penggagas PBK Yon Moeis mengatakan Piala HB X baru sebatas wacana. Ke depan, ia akan membicarakan wacana tersebut kepada panitia lainnya. Selain itu, panitia juga harus berkomunikasi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
Oleh karena itulah, ia berharap pencoretan tak dianggap sebagai bentuk pengabaiannya terhadap sejarah sepak bola Indonesia. Ia menegaskan, pencoretan itu dilakukannya mutlak atas pertimbangan teknis penyelenggaraan saja.
Tak hanya itu, ia pun memberikan jaminan kepada Daniel Roekito yang semula didapuk sebagai juru racik tim DIY, masuk ke dalam struktur khusus yang dinamainya Badan Pertimbangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.