Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
PraPON 2016 mulai dihelat, Minggu (20/03/2016). Tim sepak bola DIY mengalami nasib sial di laga perdana, dengan menelan kekalahan 0-6 dari Jawa Timur. Kekalahan setengah lusin dari Jawa Timur ini mempengaruhi mentalitas pemain DIY.
Harianjogja.com, BANDUNG — Nasib kurang baik dialami oleh tim sepak bola DIY di ajang kualifikasi PON 2016. Mereka dikalahkan tim Jawa Timur dengan skor 0-6 di Stadion Arcamanik, Minggu (20/03/2016).
Enam gol tim Jawa Timur dicetak oleh Fahmi Al Ayyubi di menit ke-11, Dendi Setiawan di menit ke-18 dan 51, Obeth Choiri menit ke-45, serta dwi gol gelandang Sidik Saimima di menit 61 dan 70.
Sejak menit pertama, tim sepak bola DIY tampil tanpa diperkuat Bagas Adi Nugroho dan Martinus Novianto. Alhasil, ketajaman penyerangan tim DIY menjadi kurang maksimal.
Sementara, tim Jawa Timur yang ditangani eks pelatih PSIM, Hanafing dengan leluasa mengobrak-abrik barisan pertahanan DIY.
Pelatih tim sepak bola DIY, Seto Nurdiantoro mengatakan kekalahan telak kali ini adalah pukulan sekaligus pelajaran penting bagi skuatnya. Ia tak menampik, skor telak itu menjadi mempengaruhi mental para pemain tim DIY.
“Apalagi ini masih lagi pertama. Mental pemain drop,” ujarnya usai pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Riset RSUP Sardjito menemukan skor PNI dapat membantu mendeteksi risiko amputasi pada pasien luka kaki diabetes terinfeksi.
Residivis begal payudara di Cilacap ditangkap Polsek Pengasih setelah menipu tiga pelajar dan membawa kabur ponsel senilai Rp5 juta.
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis periode 2025-2026.
Pemkab Bantul petakan kebutuhan tenaga kesehatan 5 tahun ke depan. Meski rasio nakes ideal, antisipasi kekurangan tetap disiapkan.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik DIY yang mengalami penundaan hingga tahap kedua atau batch dua menimbulkan kekhawatiran atas ledakan sampah.