Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
PraPON 2016 mulai dihelat, Minggu (20/03/2016). Tim sepak bola DIY mengalami nasib sial di laga perdana, dengan menelan kekalahan 0-6 dari Jawa Timur. Kekalahan setengah lusin dari Jawa Timur ini mempengaruhi mentalitas pemain DIY.
Harianjogja.com, BANDUNG — Nasib kurang baik dialami oleh tim sepak bola DIY di ajang kualifikasi PON 2016. Mereka dikalahkan tim Jawa Timur dengan skor 0-6 di Stadion Arcamanik, Minggu (20/03/2016).
Enam gol tim Jawa Timur dicetak oleh Fahmi Al Ayyubi di menit ke-11, Dendi Setiawan di menit ke-18 dan 51, Obeth Choiri menit ke-45, serta dwi gol gelandang Sidik Saimima di menit 61 dan 70.
Sejak menit pertama, tim sepak bola DIY tampil tanpa diperkuat Bagas Adi Nugroho dan Martinus Novianto. Alhasil, ketajaman penyerangan tim DIY menjadi kurang maksimal.
Sementara, tim Jawa Timur yang ditangani eks pelatih PSIM, Hanafing dengan leluasa mengobrak-abrik barisan pertahanan DIY.
Pelatih tim sepak bola DIY, Seto Nurdiantoro mengatakan kekalahan telak kali ini adalah pukulan sekaligus pelajaran penting bagi skuatnya. Ia tak menampik, skor telak itu menjadi mempengaruhi mental para pemain tim DIY.
“Apalagi ini masih lagi pertama. Mental pemain drop,” ujarnya usai pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Noah Wyle meraih gelar Sexiest Man Alive 2026 dari People. Aktor serial ER itu mengaku terkejut dan berseloroh soal reaksi keluarganya.
DPRD Kota Jogja mendorong IKM beradaptasi saat daya beli melemah, sementara perbankan perlu berhati-hati menyalurkan kredit usaha.
Astra memberikan apresiasi kepada generasi muda inspiratif melalui 17th SATU Indonesia Awards 2026 dan meluncurkan tujuh inisiatif kontribusi sosial
Harga jagung pakan mencapai Rp8.000/kg dan DOC layer anjlok. Pinsar memperingatkan risiko kelangkaan telur saat Nataru dan Lebaran.
Didik Nini Thowok mengingatkan generasi muda untuk memegang filosofi napak lemah, menjaga jati diri budaya, dan tidak melupakan sejarah.