ISC 2016 : Ada Pembatasan Belanja Pemain di ISC, Ini Komentar Barito Putera

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Senin, 21 Maret 2016 19:35 WIB
ISC 2016 : Ada Pembatasan Belanja Pemain di ISC, Ini Komentar Barito Putera

ISC 2016 akan menggunakan aturan baru yakni pemberlakuan pembatasan belanja pemain. Barito Putera menilai langkah pembatasan belanja pemain itu adalah hal yang benar.

 

 
Harianjogja.com, JAKARTA — Rencana kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) untuk menerapkan pembatasan belanja pemain oleh klub-klub peserta disambut positif oleh Barito Putera. Mereka menyakini, jika itu benar, maka tak akan ada lagi penunggakan gaji pemain dan kompetisi bakal lebih sehat.

Saat meluncurkan ISC beberapa waktu lalu, pihak operator -- PT Gelora Trisula Semesta (GTS) -- menjanjikan beberapa perubahan. Salah satunya adalah, untuk pertama kalinya diberlakukan aturan pembatasan belanja pemain, setiap klub diberi plafon 5-10 miliar rupiah.

Menurut CEO Barito Putera, Zainal Hadi, dengan kebijakan tersebut minimal pengeluaran klub hingga kompetisi selesai bisa diketahui, sehingga hak pemain tak dikorbankan. Kondisi ini dinilainya bisa berdampak pada industri sepakbola Indonesia.

"Dengan standarisasi seperti ini, nanti akan terlihat industri sepakbola kita ada di mana. Kontrak pemain yang dulu menggila, masuk akal tidak sih, jika dibandingkan industrinya? Sekarang klub mana yang benar-benar mandiri dengan industrinya?" ungkap Zainal Hadi di Jakarta, Senin (21/03/2016).

"Kami sendiri tidak pernah telat atau tidak membayar gaji pemain, sehingga kami tidak hanya fokus kepada gaji pemain. Karena kami juga memiliki tekad untuk membangun pembinaan usia muda," tambahnya.

Zainal berharap kebijakan ini benar-benar terealisasikan untuk mendorong industri yang tumbuh sehat secara bertahap dengan klub sebagai subjek pelaku utama.

"Bisa dilihat di liga-liga paling sukses di dunia seperti NBA dan MLS yang tidak ada suap, karena mereka mengelolanya dengan benar," katanya.

Masalahnya, rencana GTS untuk memutar ISC tersebut masih menjadi tanda tanya. Sebab, baru-baru ini PSSI memutuskan menggulirkan kembali kompetisi ISL pada April mendatang. GTS sendiri adalah perusahaan terpisah yang didirikan PT Liga Indonesia, yang selama ini mengelola ISL.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis