ISC B 2016 : Usai Ditekuk Persinga, Seto Sorot Lemahnya Lini Belakang
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara, Yogyakarta, Kamis (19/03/2015).
ISC B 2016 belum berpihak kepada PSS Sleman. Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro menyorot lemahnya lini belakang skuatnya.
Harianjogja.com, SLEMAN — Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro menyorot lemahnya lini belakang skuatnya saat dikalahkan oleh Persinga Ngawi pada lanjutan ISC B 2016 di Stadion Ketonggo, Minggu (16/5/2016) sore.
“Komuniasi lini belakang kemarin cukup lemah, ini yang jadi penyebab terjadinya gol-gol lawan,” ujar Seto, Senin (16/5/2016).
Menurut Seto, selain lemahnya lini belakang, kekalahan yang dialami oleh PSS tidak lepas dari kondisi lapangan di Stadion Ketonggo. Kandang Persinga Ngawi itu memiliki rumput yang tidak bagus dan ukuran lapangan di stadion tersebut cenderung lebih kecil.Alhasil, strategi yang diterapkan oleh Seto untuk Busari dan kawan-kawan gagal diterapkan.
“Tapi saya tak ingin sepenuhnya menyalahkan kondisi lapangan. Saya lebih suka mengomentari permainan tim saya sendiri saja,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan yang sama, pelatih berlisensi B AFC tersebut kini telah menerapkan strategi alternatif. PSS Sleman akan menerapkan umpan-umpan panjang jika kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk menerapkan umpan pendek dan permainan cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share