Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
PSSI (PSSI.Org)
KLB PSSI diwacanakan digelar. Tim 85 sampai saat ini belum menentukan calon Ketua Umum PSSI.
Harianjogja.com, JAKARTA — Sekretaris Tim 85 Budiman Dalimunthe, menyatakan pihaknya belum memikirkan siapa sosok yang pantas untuk menjadi ketua umum PSSI. Padahal, tim tersebut sudah meminta agar Kongres Luar Biasa (KLB) dapat segera dilakukan dalam waktu dekat ini.
Menurut Budiman, saat ini pihaknya sedang memfokuskan agar KLB dilangsungkan. Baru setelah itu terlaksana dapat terlihat siapa orang yang bakal mencalonkan diri sebagai ketua umum.
"Sekarang kami sepakat menggelar KLB terlebih dulu, belum ada pembahasan soal siapa calon ketua," kata Budiman, Rabu (18/5/2016).
"Setelah KLB dipastikan kapan digelarnya baru akan terlihat siapa aja yang akan menjadi calon ketua," ia menambahkan.
Meski begitu, Budiman berharap agar ketua umum PSSI yang baru nanti mengerti benar dengan sepakbola. Ini terjadi agar kondisi sepakbola di Tanah Air dapat berjalan dengan baik.
"Kami ingin yang menjadi ketua merupakan orang yang berkompeten, supaya Indonesia dapat meraih prestasi," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Janice Tjen kalah dari Emma Navarro pada babak pertama French Open 2026 namun masih berpeluang tampil di nomor ganda putri.
Cara membuat lagu AI viral menggunakan Suno AI tanpa harus bisa bernyanyi atau memainkan alat musik.
Daftar mobil Jip bekas murah mulai Rp40 jutaan yang masih tangguh, cocok untuk harian hingga hobi off-road.
Daging kurban hanya aman 2 jam di suhu ruang menurut ahli pangan. Simak cara penyimpanan dan penanganan yang benar agar tetap aman dikonsumsi.
DPRD DIY godok Raperda Pengelolaan Perfilman guna hidupkan ekosistem sinema dari level kelurahan. Didukung penuh Sultan HB X demi RPJPD 2025-2045.