Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Ilustrasi tewas (http://halloapakabar.com)
Bentrok antara oknum suporter dengan warga kembali terjadi. Kali ini, seorang remaja asli Wonogiri, Stanislaus Gandhang Deswara (16) tewas setelah dikeroyok salah satu oknum suporter.
Harianjogja.com, SLEMAN — Seorang remaja asli Wonogiri, Stanislaus Gandhang Deswara (16), dilaporkan tewas. Remaja yang indekos di daerah Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman ini diduga tewas setelah dikeroyok oleh salah satu kelompok suporter di DIY. Stanislaus sendiri sempat mendapatkan perawatan medis akibat luka bacok di kepalanya sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dari data yang dihimpun Harianjogja.com, Minggu (22/5/2016) pagi menyebutkan, kejadian berawal saat tiga bus yang berisikan kelompok suporter pendukung PSIM Jogja mendadak berhenti di area perbatasan Kabupaten Sleman dan Magelang, tepatnya di kawasan sekitar Tempel. Rombongan yang saat itu membawa senjata tajam melakukan sweeping terhadap warga sekitar.
Alhasil, saat rombongan suporter itu melakukan sweeping di kawasan Jl. Magelang KM 14, Morangan, Sleman, rombongan sempat terlibat bentrok dengan sejumlah warga yang mereka duga merupakan suporter pendukung PSS Sleman. Akibatnya, tercatat ada7 orang mengalami luka bacok dan sayatan.
“Satu orang dipastikan meninggal setelah mendapatkan perawatan,” kata Lilik Yulianto, sesepuh kelompok suporter pendukung PSS Sleman, Slemania.
Diperkirakannya, peristiwa itu terjadi Minggu (22/5/2016) dini hari, sekitar pukul 01.00. Di mana, Sabtu (21/5/2016) sore, ribuan suporter PSIM Jogja secara marathon berbondong-bondong menyaksikan tim kesayangannya berlaga menghadapi tuan rumah PSIS Semarang.
Saat kembali ke Jogja, pihak keamanan sebenarnya sudah sempat menyusun skenario rute untuk rombongan suporter tersebut. Arus rombongan rencananya dialihkan melalui jalur selatan untuk menghindari jalur Jl. Magelang yang selama ini dikenals sebagai salah satu titik rawan terjadinya bentrokan.
Meski demikian, ternyata masih ada sekitar 3 bus yang terpisah dari rombongan lainnya dan memilih melintasi jalur Jl Magelang untuk kembali ke Jogja. Rombongan dari ketiga bus inilah yang lantas melakukan sweeping terhadap warga sekitar. Oleh sebab itu, pihaknya berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut.
“Intinya, kami dari Slemania mengutuk keras peristiwa kekerasan seperti ini. Kami sangat menyesalkan kok bisa terjadi hal ini,” kata Lilik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.