Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Joko Driyono saat menggelar konferensi pers terkait perubahan nama ISC A 2016 (Liputan6.com)
Rusuh suporter terjadi di Stadion Petrokimia, Minggu (22/5/2016) petang. Operator ISC A 2016, PT Gelora Trisula Semesta sedang mengumpulkan bukti terkait kejadian tersebut.
Harianjogja.com, JAKARTA — Direktur PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator ISC A 2016, Joko Driyono, buka suara soal kericuhan antarsuporter yang terjadi tak lama setelah pertandingan Gresik United versus PS TNI dimulai, Minggu (22/5/2016) sore WIB.
Menurut pria yang akrab dianggil Jokdri itu, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti yang valid menyangkut kejadian tersebut.
Insiden yang jadi catatan gelap sepak bola Indonesia ini mengakibatkan puluhan suporter dari kedua belah pihak luka-luka. Ada pula yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Joko Driyono mengungkapkan PT GTS sudah menerima laporan dari pengawas pertandingan terkait insiden itu dan sedang diproses Komisi Disiplin.
"Semua laporan sudah masuk dan diperiksa Komisi Disiplin. Pada Kamis (26/5/2016) kemungkinan sudah ada keputusan Komdis. Tapi, yang paling penting data akurat sesuai dengan regulasi agar memberikan dampak positif terhadap pertandingan selanjutnya. Tentunya kami banyak berkomunikasi dengan berbagai pihak agar Komisi Disiplin memutuskan dengan tepat," kata Joko Driyono, Senin (23/5/2016).
Menyikapi kejadian negatif yang melibatkan suporter yang belakangan mulai marak terjadi, Joko Driyono menegaskan jika PT GTS tidak akan lelah untuk melakukan edukasi dan komunikasi karena pihaknya menilai suporter merupakan keluarga besar sepak bola.
"Meski insiden terjadi di luar stadion sekalipun, ini menjadi bagian keluarga besar sepak bola di level suporter. GTS ingin berinteraksi dengan siapa pun termasuk keamanan untuk memunculkan hal positif ke depannya," ujarnya.
"Kami tidak ingin kejadian melibatkan suporter menjadi hal negatif dalam sepak bola. Kita harus seimbang dalam menyikapinya karena kami ingin berimbas positif pada kompetisi yang akan digelar dalam waktu dekat ini," pungkas pria mantan Sekjen PSSI itu mengakhiri pembicaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Menaker Yassierli merespons ancaman PHK akibat rupiah melemah. Pemerintah siapkan langkah antisipasi dan Satgas PHK.
Presiden Prabowo dijadwalkan salat Iduladha di KBRI Paris dan bertemu WNI dalam kunjungan resmi kenegaraan ke Prancis.
Safety Riding Short Movie Contest 2026 resmi dibuka. Yayasan AHM ajak Gen Z kampanyekan keselamatan berkendara lewat video kreatif.
Pemkot Jogja melarang penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban Iduladha 2026 demi menekan sampah di Kota Jogja.
KY meloloskan 42 kandidat hakim MA 2026 ke tahap kesehatan dan kepribadian. Publik diminta ikut mengawasi rekam jejak peserta.