Atlet balap sepeda Internatonal Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI) bersepeda bersama warga di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (10/5). (JIBI/Antarafoto/Budi Candra Setya)
Tour de Flores 2016 telah selesai dihelat. Daniel Whitehouse berhasil menjuarai kejuaraan ini.
Harianjogja.com, JAKARTA — Daniel Whitehouse dinobatkan sebagai juara kejuaraan balap sepeda Tour de Flores 2016 meski pada etape terakhir dari Ruteng menuju Labuanbajo, Nusa Tenggara Timur, Senin (23/5/2016) pembalap Terengganu Cycling Team itu hanya finis diurutan urutan tiga.
Pada etape terakhir ini, pembalap yang mampu menjadi yang tercepat dalam menyelesaikan perlombaan sejauh 121,5 km adalah Benjamin Prades yang memperkuat Team Ukyo dengan catatan waktu 03:17:50. Disusul pembalap diposisi kedua Ricardo Garcia yang memperkuat Kinan Cycling Team dengan waktu sama. Sedangkan posisi tiga Daniel Whitehouse dengan tiga detik lebih lambat dari pembalap terdepan.
Daniel Whitehouse yang merupakan juara etape kedua ini sukses membukukan catatan waktu tercepat dari semua etape yang dilombakan yaitu 18:11:43 dan pembalap asal Selandia Baru ini berhak memegang kaos bergengsi yaitu Pertamina Red Jersey. Catatan waktu cukup jauh meninggalkan pembalap yang berada diklasemen umum yaitu Benjamin Prades dengan selisih 00:02:56.
"Jelas kami senang bisa menjadi juara. Namun, apa yang saya raih membutuhkan kerja keras. Apalagi lintasan yang kami lalui sangat menantang termasuk banyak lintasan naik dan turunan panjang," kata Daniel Whitehouse dalam keterangannya.
Aura kemenangan pembalap berusia 21 tahun ini sudah terlihat sejak etape tiga. pembalap yang baru setahun bergabung dengan tim asal Malaysia ini terus konsisten menjaga jarak pada klasemen umum dengan pembalap dibawahnya yaitu Robin Manullang dari Timnas Indonesia. Selisih waktu sejak etape tiga hanya 10 detik.
Berdasarkan data dari tim media Tour de Flores 2016, kemenangan Daniel Whitehouse diraih dengan mudah setelah pesaing terdekatnya yaitu Robin Manullang terlempar dari 10 besar pembalap tercepat dietape terakhir. Bahkan, pada klasemen umum selisih waktunya menjauh dari 10 detik menjadi 00:08:31.
Meski diklasemen akhir terlempar dari dua besar dan hanya berada diposisi lima, Robin Manullang tetap berhak menyandang predikat pembalap Asia tercepat atau pemegang blue jersey setelah catatan waktunya tidak bisa disusul pembalap Asia lainnya. pembalap Asia yang catatan waktunya cukup dekat adalah Dadi Suryadi dari Terengganu Cycling Team yang hanya terpaut 12 detik Selain memang blue jersey, pembalap asal Kalimantan Timur itu juga dinobatkan sebagai i pembalap Indonesia tercepat dan berhak memakai red white jersey. Meski demikian, Robin Manullang mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang diraih karena hanya bisa berada diposisi lima besar. Padahal, sebelum etape terakhir berjalan, peluang untuk menyodok cukup besar.
"Memang sangat menantang. Saya sudah keteteran sejak KOM pertama. Sebenarnya saya bisa menyusul tapi pada KOM tiga saya terlepas dengan barisan terdepan," kata Robin Manullang.
Kejuaraan balap sepeda internasional kalender UCI dengan kategori 2.2 ini terbilang sukses meski baru pertama kali digelar. Selain banyak tim yang turun, kejuaraan baru pertama kali digelar di Flores ini juga mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat yang juga ingin mengenalkan pariwisata di wilayahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: