Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Skuat Persegres Gresik (Liputan6.com)
Bentrok suporter terjadi saat Persegres GU melawan PS TNI. Panpel Gresik berharap tak dijatuhi hukuman berat.
Harianjogja.com, GRESIK -- Panitia Pelaksana (Panpel) Persegres Gresik United berharap tak mendapat hukuman berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PT Gelora Trisula Semesta (GTS). Ini menyusul bentrok antara pendukung PS TNI dengan Ultras Gresik.
Ketua Panpel Persegres, Choirul Anam mengatakan, pihaknya sudah menjalani dua kali sidang di Jakarta. Dalam sidang kedua yang berlangsung di bilangan Rasuna ini, Anam didampingi pentolan Ultras Gresik, Ludiono.
"Selama dua setengah jam, saya dan Mas Ludiono menjalani sidang untuk menjelaskan kronologi terjadinya bentrok," kata Anam dalam laman resmi Persegres.
"Selain Persegres, pihak TNI juga turut dipanggil dalam sidang ini. Hanya saja waktunya terpisah, kami diberi waktu lebih dulu, setelah itu baru kubu PS TNI," imbuh pria berkepala plontos ini.
Anam berharap Komdis bisa bersikap objektif dan bijaksana. "Semoga saja putusannya nanti tidak memberatkan kami," harap Anam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.
Begini cara membaca nilai TKA 2026 lengkap dengan arti skor, kategori hasil ujian, dan syarat mendapatkan predikat istimewa.
Prabowo Subianto membagikan 109 hewan kurban untuk warga Babakan Madang, Bogor, menjelang Iduladha 1447 Hijriah.