JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
PON XIX akhirnya diputuskan tidak diikuti oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Baseball dan Softball Indonesia (Perbasasi) DIY
Harianjogja.com, JOGJA-Setelah sempat mengungkapkan usahanya mencari dana guna membayar bea kontribusi atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Baseball dan Softball Indonesia (Perbasasi) DIY akhirnya lempar handuk.
Secara resmi mereka akhirnya menyatakan ketidaksanggupannya untuk membayar dana kontribusi sebesar total Rp134 juta lebih yang meliputi biaya untuk tim softball dan baseball. Padahal jumlah itu sudah dikurangi oleh subsidi dari pihak Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) DIY sebesar 50%.
Pelatih Kepala cabang olahraga (cabor) Baseball Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Rumpis Agus Sudarko membenarkan bahwa pihaknya tak lagi sanggup mengupayakan pencarian dana untuk mengikutsertakan timnya di ajang PON XIX kali ini.
"Kendati KONI DIY sudah memberikan kesempatan sekali lagi dengan memberikan toleransi akhir hingga 25 Juli 2016 mendatang, pihak Ketua Umum Perbasasi DIY sudah memutuskan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam PON kali ini," katanya kepada wartawan, Kamis (14/7/2016) siang.
Dikatakannya, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengumpulkan semua atlet dan ofisial. Dibantu Pengprov Perbasasi, pihaknya akan memberikan pengertian kepada mereka terkait keputusan yang dirasanya berat itu. "Untuk suratnya sudah dibuat, ketum kehendaki supaya segera dikirim [ke KONI DIY]," jelas dia.
Sebelumnya Perbasasi DIY sendiri sebenarnya sudah pernah mengajukan surat penangguhan pembayaran kepada KONI DIY. Momentum itu lantas digunakannya untuk mencari dana guna membayar kontribusi keikutsertaan atlet maupun ofisial PON XIX 2016.
Seperti diketahui, Perbasasi DIY sendiri sedianya bakal mengirimkan satu tim baseball yang terdiri dari 18 atlet dan empat official, serta satu tim softball terdiri dari 15 atlet dan sejumlah official dalam PON XIX 2016.
Mereka yang termasuk dalam pemusatan latihan daerah (puslatda) mandiri tersebut hanya mendapatkan bantuan pembiayaan sebesar 50% dari KONI DIY. Sisanya dibebankan kepada tim masing-masing. Total keseluruhan biaya kontribusi sub cabor baseball dan softball jika tanpa dikurangi subsidi KONI DIY itu mencapai hampir Rp270 juta.
Sebenarnya, bantuan dan subsidi tak hanya diperoleh dari KONI DIY saja. Pemerintah kabupaten/kota pun juga turut membantu. Hanya saja, hingga kini pihak Perbasasi DIY memang belum pernah mendapatkan bantuan itu lantaran belum terbentuknya pengurus Perbasasi di masing-masing Kabupaten/Kota. "Saat ini baru ada pengcab [Perbasasi] di Kulonprogo saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TNI menyebut Puspom mengawal penyidik KPK saat OTT di BNPB. KPK mengamankan 14 orang, termasuk Sestama BNPB Rustian, serta uang Rp1,4 miliar dan emas.
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas kemungkinan serangan baru ke Iran. Gedung Putih membantah keduanya membicarakan dimulainya kembali perang.
Pemda DIY menganggarkan Rp373 juta untuk perbaikan pagar Mandala Krida pada 2026. DPRD DIY sempat mengusulkan anggaran ditunda.
IMF memperingatkan tekanan utang negara berkembang akibat konflik AS-Iran, sementara perlambatan investasi AI berisiko menekan ekonomi global.
Rupiah melemah 18 poin ke Rp17.918 per dolar AS pada Rabu (14/10/2026), tertekan kenaikan harga minyak dunia dan menanti data inflasi AS.