JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Para pemain PSS Sleman tengah mengikuti kegiatan senam aerobik di kompleks Stadion Maguwoharjo, Kamis (14/7/2016) sore. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
PSS Sleman melakukan berbagai persiapan menghadapi laga kontra Martapura FC
Harianjogja.com, SLEMAN-Sambut laga big match kontra Martapura FC, Minggu (17/7/2016) mendatang, pihak Panitia Pelaksana (Panpel) PSS Sleman menambah jumlah tiket. Jika biasanya mereka mencetak 20.000 lembar, kali ini mereka mencetak tiket sebanyak 25.000 lembar.
Disampaikan oleh Ketua Panpel PSS Sleman Edijanto, penambahan jumlah tiket itu didasarkanya pada asumsi membludaknya penonton pasca libur turnamen selama sebulan Ramadan lalu.
Selain itu, laga kontra Martapura FC itu tergolong big match mengingat saat ini antara Martapura FC dan PSS Sleman hanya terpaut 2 poin. Martapura FC saat ini tengah bertahta di puncak klasemen dengan 12 poin. Sedangkan PSS Sleman berada satu strip dibawahnya dengan torehan 10 poin.
Oleh karena itulah, tim pemenang laga tersebut nantinya akan berhak atas puncak klasemen Grup 5.
Edijanto menambahkan, selain menambah jumlah tiket, pihaknya juga menambah jumlah personel pengamanan. Jika biasanya, jumlah personel yang terlibat hanya 600 orang kali ini pihaknya menambah menjadi 650 orang.
"Selebihnya [prosedur] akan tetap kami lakukan. Seperti misalnya sweeping senjata tajam, petasan, flare, minuman keras, hingga batang bambu," katanya saat ditemui wartawan di Kantor PT Putra Sleman Sembada (PSS), Kamis (14/7/2016) siang.
Sejauh ini, terkait penggunaan flare dan petasan, pihak PSS Sleman memang belum sekalipun mendapatkan teguran dan sanksi dari PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator ISC B. Satu-satunya denda yang diterima PSS Sleman selama ini hanya saat tim berjuluk Super Elang Jawa (Elja) itu bertandang ke markas Persinga Ngawi sebulan lalu. "Ketika itu, suporter kami didenda karena dianggap berbuat rusuh," katanya.
Sementara dari kubu tim PSS Sleman sendiri, Manajer Arif Juliwibowo mengakui bahwa pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan oleh tim pelatih saat ini adalah terkait dengan mental dan kekompakan tim. Sementara terkait kualitas fisik yang ia khawatirkan, perlahan sudah teratasi.
Itulah sebabnya, saat ini tim pelatih tengah menerapkan program latihan yang lebih mengarah pada refreshing dan kebersamaan. Salah satunya adalah yang diterapkannya pada Kamis (14/7/2016) sore. Bertempat di Kompleks Stadion Maguwoharjo, pihak manajemen sengaja mendatangkan instruktur senam aerobik. "Jadi selain menjaga fisik, mereka juga bisa refreshing," kata Arif.
Ia menambahkan, guna merangsang semangat para pemainnya dalam laga super penting itu, pihak manajemen telah menyiapkan bonus kemenangan dengan jumlah yang lebih besar dari biasanya. Tanpa menyebut nilai nominalnya, ia berharap bonus tersebut bisa menjaga ritme kemenangan Busari, dkk. "Bagi kami, yang penting pemain nyaman," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IMF memperingatkan tekanan utang negara berkembang akibat konflik AS-Iran, sementara perlambatan investasi AI berisiko menekan ekonomi global.
Rupiah melemah 18 poin ke Rp17.918 per dolar AS pada Rabu (14/10/2026), tertekan kenaikan harga minyak dunia dan menanti data inflasi AS.
Polda Metro Jaya menaikkan kasus penganiayaan pengurus BEM UI Hafidz Hernanda ke penyidikan. Polisi memeriksa tujuh saksi dan menelusuri 26 titik CCTV.
KPK mencatat pemulihan aset negara Rp603 miliar hingga triwulan III 2026, termasuk Rp106 miliar dari perkara korupsi pejabat ATR/BPN.
Kelurahan Sorosutan, Jogja, mengembangkan Gemati untuk mendampingi warga dengan gangguan jiwa. Dukungan keluarga menjadi tantangan pemulihan.