PSS SLEMAN Siapkan Agenda Pemutihan Sanksi Kasus Sepakbola Gajah
PSS Sleman menyiapkan agenda pengusulan pemutihan sanksi terhadap sejumlah pemain yang divonis lantaran kasus skandal sepakbola gajah
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebagai salah satu voter, PSS Sleman sepertinya akan membawa agenda tambahan saat menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, 3 Agustus mendatang.
Agenda tambahan itu diantaranya adalah pengusulan pemutihan sanksi terhadap sejumlah pemain yang divonis lantaran kasus skandal sepakbola gajah dua tahun lalu.
Manajer PSS Sleman Arif Juliwibowo menyadari, agenda itu sejatinya memang tak ada dalam agenda utama KLB PSSI. Akan tetapi, bukan berarti usulan itu tak bisa diagendakan. “Jadi, apa salahnya dicoba,” kata Arif kepada wartawan, Rabu (27/7/2016).
Seperti diketahui, dalam tubuh skuat Super Elang Jawa saat ini memang ada tiga pemain yang masih terganjal sanksi dari PSSI akibat insiden sepak bola gajah kala tim tersebut bersua PSIS Semarang pada babak 8 besar Divisi Utama musim 2014 silam. Ketiganya yakni Anang Hadi, Mudah Yulianto dan Eko Setiawan.
Sebenarnya, pihak manajemen tetap memasukkan ketiganya ke dalam daftar susunan skuat asuhan Seto Nurdiyantoro.
Namun sayangnya, nasib ketiganya belum jelas terutama saat tim berpartisipasi pada turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B tidak dapat bermain karena statusnya yang belum disahkan oleh operator turnamen PT Gelora Trisula Semesta (GTS).
“Nah itu yang kami harapkan dalam KLB nanti bisa jadi pembahasan dan dapat memberi hasil positif,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, ia berharap sanksi ketiga pemain tersebut dapat diampuni. Dengan begitu PSS Sleman tak perlu lagi melakukan penambahan pemain.
“Kami njagani kalau ternyata sanksi ketiga pemain diampuni jadi tidak perlu banyak nambah pemain. Saat ini masih kami sisakan satu slot kosong di kursi pemain,” jelasnya.
Namun, keinginan PSS Sleman untuk menyisipkan agenda pemutihan sanksi pemain dalam salah satu agenda pembahasan KLB itu hampir dipastikan tak akan mudah teralisasi.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY, Dwi Irianto, KLB digelar hanya untuk memilih ketua umum dan wakilnya serta anggota komite eksekutif. Maka dari itu tidak ada agenda lain di luar pemilihan tersebut.
“Ini sudah sesuai statuta. Di undangan disebutkan agenda pemilihan ketua umum, wakil dan mengganti dua anggota komite eksekutif yang mengundurkan diri atau memilih ketua umum, wakil dan menggantikan seluruh anggota komite. Soal pemutihan sanksi pemain itu dibahas di Kongres,” sambung dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share