JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
ISC B 2016 yang mempertemukan PSIM Jogja dengan Persibat Batang berakhir ricuh
Harianjogja.com, JOGJA-Dituding melakukan penyerangan terhadap wasit saat laga kontra tuan rumah Persibat Batang, Sabtu (23/8/2016) lalu, manajemen PSIM Jogja diminta melakukan klarifikasi oleh pihak PT. Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator Indonesia Soccer Championship (ISC) B.
Permintaan klarifikasi yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT.GTS Joko Driyono itu diterima langsung oleh pihak manajemen PSIM Jogja, Rabu (3/8/2016) siang.
Namun, tudingan penyerangan tersebut dibantah manajer tim PSIM, Agung Damar Kusumandaru. Didampingi Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastawa, manajemen PSIM langsung merespon dan sekaligus memberikan klarifikasi kepada PT GTS di Wisma PSIM Jogja, Rabu (3/8/2016) sore.
“Kebetulan saat email datang kami manajemen PSIM sedang rapat sehingga bisa langsung memberikan respon,” jelas Agung Damar kepada wartawan.
Pada intinya, Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja tersebut, dalam laga PSIM versus tuan rumah Persibat tidak benar ada pemukulan terhadap wasit. Yang benar, lanjutnya, pemain dan ofisial PSIM melakukan protes kepada Asisten wasit I karena pemain lawan sengaja menginjak pemain PSIM dan terjadinya handsball pemain Persibat yang tidak dianggap pelanggaran, dua menit menjelang laga berakhir.
Dalam posisi pemain PSIM masih melakukan protes, wasit menyatakan play on sehingga mengakibatkan terjadinya gol kedua bagi Persibat. Keadaan itulah yang menurut Agung, memicu suporter PSIM untuk ikut melakukan protes.
Namun, aparat keamanan merespon secara represif dengan menembakkan gas air mata. Akibatnya, kondisi menjadi chaos dan wasit meninggalkan lapangan tanpa menyatakan berhentinya pertandingan tetapi langsung ke luar menuju ruang ganti wasit.
Bahkan, selama pertandingan hingga tim PSIM dievakuasi oleh aparat keamanan tidak ada flare tetapi hanya ada asap dari efek gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan. “Yang terjadi, justru pemain PSIM di bench diserang pemin dan pelatih kiper Persibat,” ungkap Agung Damar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 30 hektare sawah di Tirtohargo, Bantul, terdampak genangan akibat aliran Sungai Opak tersumbat. DKPP berkoordinasi untuk mengatasinya.
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
Rektor IPB Alim Setiawan Slamet mendatangi Istana Kepresidenan di tengah kabar pelantikan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.
Kemenkes mencatat 1,6 juta orang dicurigai mengalami gangguan penglihatan dari 34 juta peserta pemeriksaan mata program CKG.
Satyawan Pudyatmoko tiba di Istana Kepresidenan di tengah isu pelantikan pejabat dan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional.