ISC B 2016 : Sore Ini, PSS Sleman v Persinga Ngawi, Lebih Dari Sekadar Revans

Arief Junianto
Arief Junianto Minggu, 07 Agustus 2016 05:20 WIB
ISC B 2016 : Sore Ini, PSS Sleman v Persinga Ngawi, Lebih Dari Sekadar Revans

Skuat PSS Sleman resmi dilaunching di halaman Jogja City Mall, Rabu (27/4/2016) malam. Sebanyak 26 pemain resmi diperkenalkan oleh manajemen PSS Sleman kepada publik sebelum mereka berlaga di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)

ISC B 2016 akan memperemukan PSS Sleman dengan Persinga Ngawi

Harianjogja.com, SLEMAN-Pertaruhan nasib PSS Sleman di Grup 5 Indonesia Soccer Championship (ISC) B akan ditentukan akhir pekan ini.

Melalui laga big match, Minggu (8/8/2016) pukul 15.30, kontra Persinga Ngawi, PSS Sleman memang tak punya pilihan selain mengamankan tiga poin guna mengunci tiket ke babak 16 besar.

Itulah sebabnya, laga tersebut dipastikan berjalan panas. Pasalnya, selain dilatarbelakangi ambisi tuan rumah untuk mengamankan tiket 16 besar, laga itu juga terbilang beraroma balas dendam. Betapa tidak, saat putaran pertama lalu, skuat Super Elang Jawa takluk dari tuan rumah Persinga Ngawi dengan skor 2-1.

Dengan dukungan ribuan suporter fanatiknya, Super Elang Jawa kini memang sangat berpeluang untuk memenangi laga putaran kedua kali ini. Terlebih, grafik moral pemain asuhan Seto Nurdiyantoro kini tengah menanjak pasca keberhasilan mereka menyapu bersih laga derby DIY di dua putaran.

Tak hanya itu, Seto pun seolah sudah mulai menemukan formulasi lini tengah yang tepat untuk membangun skema serangan. Dave Mustain yang di beberapa pertandingan terakhir dipasang sebagai starter, menunjukkan performa yang tidak mengecewakan.

"Kami tampil full team. Laga itu [kontra Persinga Ngawi] adalah laga penting bagi kami," kata Seto saat dihubungi wartawan, Jumat (5/8/2016) pagi.

Memang, dengan posisi keduanya yang hanya terpaut dua poin dari total 8 kali pertandingan, laga itu sejatinya merupakan penentuan, tim mana yang akan berpeluang besar merajai Grup 5.

Bersambung ke halaman 2

Di papan klasemen Grup 5 sendiri, setidaknya ada tiga tim yang berebut dua tiket ke babak 16 besar. Di posisi pertama, PSS Sleman dengan torehan 19 poin, di urutan kedua Persinga Ngawi dengan 17 poin, dan Martapura FC yang berada di urutan ketiga dengan koleksi 15 poin.

"Karena itulah, pantang bagi kami kehilangan tiga poin di kandang sendiri," tegas Seto.

Menghadapi skuat Laskar Alas Ketonggo, Seto sepertinya tak banyak melakukan perubahan skema permainan. Trio gelandang tengah, Busari-Dave Mustain-Dirga Lasut kemungkinan besar akan tetap diandalkan Seto untuk menjaga keseimbangan tim. Sedangkan sebagai mesin pendobrak, duet sayap Tri Handoko dan Dicky Prayoga tetap jadi pilihan utama.

Jika dilihat dari materi pemain, seharusnya tak ada banyak kendala teknis di tubuh skuat Super Elang Jawa. Namun, kenyataannya Seto justru menganggap sejauh ini masih ada masalah di lapangan tengahnya.

Kreativitas pemain yang masih rendah dalam membongkar pertahanan lawan, ditambah dengan masih kurang maksimalnya skema transisi dari menyerang ke bertahan kerap membuat skema serangan PSS Sleman menjadi mandul.

Terbukti, di beberapa pertandingan terakhir mereka, banyaknya peluang yang tercipta sangat tak sebanding dengan gol yang mereka lesakkan. Inilah yang sebenarnya patut menjadi kekhawatiran  Seto saat timnya menjamu Persinga Ngawi.

Bersambung ke halaman 3

Dengan bermodalkan materi pemain berpengalaman macam Haris Adyatma, Andre Oki Sitepu, Persinga Ngawi yang mengandalkan kolektivitas permainan sebagai kekuatan utamanya, bisa saja menjadi mimpi buruk bagi Busari, dkk.

Namun, laiknya tim tamu, Persinga Ngawi tentu tak mengambil langkah frontal dalam menyerang. Mereka sudah barang tentu akan lebih banyak menunggu untuk melakukan serangan balik cepat.

Menurut Pelatih Persinga Ngawi M.Hasan, PSS Sleman adalah tim kuat dengan materi pemain yang merata di semua lininya. Belum lagi dukungan suporter fanatik yang nyaris selalu berhasil membangun atmosfer mengerikan bagi setiap tim tamu.

Meski begitu, ia mengaku dalam sepakbola, segalanya bisa terjadi. Termasuk saat laga big match akhir pekan tersebut, ia berjanji skuatnya akan menampilkan permainan terbaiknya. "Sekaligus, kami akan ciptakan mimpi buruk bagi PSS Sleman," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis