Bill Gates Ingin AI Kena Pajak untuk Danai Pelatihan Pekerja
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Penyerang Bali United Irfan Bachdim (merah) berebut bola dengan pemain PSS Waluyo pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (19/3/2017) sore. (Jumali/JIBI/Harian Jogja).
PSS Sleman terancam tak menjalani uji coba
Harianjogja.com, SLEMAN -- Persiapan PSS Sleman menghadapi kompetisi Liga 2 2017, 17 April mendatang terancam. Sebab, hingga kemarin, belum ada kejelasan tim mana yang akan menjadi lawan uji coba luar kandang.
Padahal, uji coba luar kandang dibutuhkan oleh skuat Super Elang Jawa untuk menguji mentalitas dan taktik saat menjalani laga tandang di kompetisi mendatang.
Sejatinya manajemen PSS telah mengagendakan untuk menjalani laga uji coba tandang ke Gelora Bung Tomo, kandang Persebaya Surabaya, 25 Maret mendatang. Akan tetapi, dalam perkembangan, Persebaya membatalkan tawaran tersebut.
"Mereka [Persebaya] justru sudah sepakat melawan tim asal Kepulaun Riau. Saya sudah coba hubungi Sartono Anwar [pelatih Madiun Putra], tetapi timnya belum siap. Begitu juga dengan Tuban [Persatu], ya mau bagaimana lagi?," kata pelatih PSS Freddy Mulli, Senin (20/3).
Menurut eks pelatih Persebaya ini, sejatinya ada alternatif lainnya untuk melakoni laga uji coba melawan tim selevel pada pekan ini di luar kandang, yakni melawan Persip Pekalongan ataupun memajukan jadwal uji tanding melawan PSIS Semarang.
Semula, PSIS dijadwalkan menjamu PSS di Stadion Jatidiri Semarang pada 15 April mendatang. Pertemuan itu adalah pertemuan balasan setelah PSIS dijamu PSS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 9 April mendatang.
Namun, rencana penjadwalan ulang tersebut sulit terealisasi. Sebab, pihak PSIS telah menjadwalkan laga uji coba di Stadion Brawijaya melawan Persik Kediri pada 25 Maret mendatang.
"Untuk Persip jelas sudah tidak bisa. Ada masalah internal suporter di sana. Semarang juga tidak bisa," imbuhnya.
Oleh karena itu, Freddy harus mengubur keinginannya untuk menjajal mental dan strateginya di luar kandang sebelum menjamu Madura United, 1 April mendatang. Selain itu, Freddy juga enggan untuk mengorbankan pemainnya dengan menggelar laga uji coba luar kandang di lapangan yang tidak mendukung.
"Saya harus jaga kondisi pemain dan kondisi lapangan jangan sampai bikin cedera. Karena tim ini untuk kompetisi," beber Freddy.
Alhasil, alternatif untuk PSS adalah menguji kekuatan melawan tim lokal di kandang atau mencari tim level di bawahnya di luar kandang. "Untuk itu nanti komunikasikan dengan manajemen," tandasnya.
Mengenai evaluasi dan kemungkinan bongkar skuat utama, Freddy menandaskan, meski menang 2-1 atas Bali United, Minggu (19/3/2017) sore, sejumlah kelemahan masih terlihat. Selain penyelesaian akhir, dobel defense dari Busari dan kawan-kawan belum optimal dan mudah ditembus lawan.
"ni harus diperbaiki. Untuk pemain utama, ada 8 pemain inti tidak mungkin saya utak atik. Jika pun perlu hanya tinggal masukkan sesuai kebutuhan," ucap Freddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Si Jodie memungkinkan dokumen pencatatan sipil di Jogja selesai sehari kerja. Cek syarat dan kanal resmi pengajuannya.
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.
Hotspot Kalbar dan Kalteng kembali naik. Menhut Raja Juli Antoni menetapkan kedua provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla.