Jepang hingga China, Ini Negara Pembeli Gas Indonesia
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
PSS Sleman akan melakoni laga krusial menjamu Persibat Batang pada pekan kesebelas Grup 3 Liga 2 2017 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (8/8/2017) sore
Harianjogja.com, SLEMAN -- PSS Sleman akan melakoni laga krusial menjamu Persibat Batang pada pekan kesebelas Grup 3 Liga 2 2017 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (8/8/2017) sore.
Secara matematis, PSS kini hanya tinggal mencari tambahan 4 poin dari empat laga sisa di babak penyisihan grup, yang akan mengokohkan mereka di pemuncak klasemen Grup 3.
Namun keinginan ini kemungkinan akan mendapatkan ganjalan dari sang tamu, Persibat Batang. Keberadaan eks pelatih PSS pada era 2004-2005, Daniel Roekito di tim Alas Roban bisa menjadi batu sandungan bagi PSS. Sebab, pengalaman dari pelatih senior ini cukup banyak telah membawa perubahan terhadap prestasi dari Persibat Batang.
Sejak ditangani oleh mantan pelatih Persib Bandung ini, Persibat perlahan merangkak naik ke papan atas klasemen. Kali terakhir, Persibat mampu meraih kemenangan 1-0 dari PSCS Cilacap di pertandingan kandang dan mampu meraih kemenangan pada laga away di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Pelatih PSS Freddy Mulli mengatakan, meski secara peringkat Busari dan kawan-kawan diunggulkan karena berada di pemuncak klasemen, namun dirinya telah meminta kepada para punggawa untuk tidak jumawa. Sebab, bisa saja Persibat menjadi batu sandungan bagi PSS dalam mewujudkan raihan tiga poin pada laga kali ini.
Eks pelatih Persebaya Surabaya ini mengakui bahwa keberadaan Daniel Roekito di Persibat cukup banyak berpengaruh terhadap penampilan Persibat dalam beberapa laga terakhir. Meski demikian, Freddy mengaku memilih untuk tidak memikirkan keberadaan pelatih senior tersebut.
"Semua pemain wajib konsentrasi. Apalagi Persibat tim bagus, mereka kemarin buktinya bisa menang. Kami wajib konsentrasi dengan sisa laga yang ada," kata Freddy.
Pada laga menjamu Persibat kali ini, Freddy mengungkapkan pihaknya sedikit terbantu dengan tidak adanya pemain yang terkena akumulasi kartu. Selain itu, telah pulihnya kondisi Jodi Kustiawan dari cedera beberapa waktu lalu, sedikit banyak membuat pilihan di lini belakang cukup bervariasi. "Jodi memang belum 100 persen. Namun nanti kami lihat kondisinya," terangnya.
Sementara pelatih Persibat Daniel Roekito mengungkapkan pihaknya memilih realistis dan mengejar raihan satu poin pada laga kali ini. Sebab, dari materi pemain yang ada, diakui oleh mantan pelatih Persik Kediri ini, PSS lebih baik daripada timnya.
"Sleman itu tim kuat. Kami realistis saja. Sekarang kami tinggal menata motivasi anak-anak saja, karena selama ini para pemain kami masih sering mengalami demam panggung," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta polisi mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal demo 28 Oktober 2026.
KAI Daop 6 mengimbau penumpang tiba lebih awal pada 28 Oktober 2026 untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi mahasiswa.
KPK memeriksa empat pegawai BNPB sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana siap pakai. Penyidik sebelumnya menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Teddy Indra Wijaya menyebut 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan.