Samakan Kedudukan di Menit Akhir, Spanyol ke 16 Besar
Spanyol bermain imbang 2-2 melawan Maroko pada laga terakhir Grup B.
Pep Guardiola/Reuters-Valentyn Ogirenko
Harianjogja, LIVERPOOL- Gelandang Manchester City Kevin De Bruyne dan manajer Pep Guardiola tidak ambil pusing atas rencana para penggemar Liverpool untuk memberi sambutan "panas" terhadap bus tim Manchester City pada pertandingan perempat final Liga Champions pada Rabu. Kelompok penggemar Liverpool telah menyuarakan kepada para penggemar melalui media sosial untuk memenuhi jalan-jalan di sekitar Anfield, "Bawalah suar dan bendera Anda. Spanduk dan genderan Anda. Bir dan kembang api," bunyi pesan yang mendesak para penggemar untuk memperlihatkan kepada City, "hal yang tidak dapat dibeli dengan uang."
Sambutan serupa pernah dilakukan para penggemar Liverpool sebelum pertandingan semifinal Liga Champions dengan tim Inggris lainnya Chelsea pada 2005, yang kemudian dimenangi oleh klub Merseyside tersebut.
Saat ditanyai perasaannya mengenai prospek sambutan semacam itu, gelandang City De Bruyne berkata, "Saya tidak mengharapkan kurang dari itu. Saya suka bermain di stadion-stadion besar dan (di depan) penonton yang banyak - itulah yang terjadi." "Saya mencintai hasrat. Ada banyak hasrat di sepak bola dan jika Anda melihat hasrat para penggemar Anda harus berusaha mengatasinya," tambah pemain Belgia tersebut.
Manajer City Pep Guardiola mengatakan dirinya berharap para penggemar Liverpool akan tetap menjaga agar sambutan panas itu tidak melewati batas.
"Orang-orang mengindikasikan apa yang akan terjadi, namun kami tidak hidup di dalamnya," kata mantan pelatih Barcelona tersebut.
"Kami berada di sini dan kami datang untuk memainkan permainan, saya berharap semua orang dapat bertindak dengan baik dan sopan dan (ini) hanya permainan, olahraga, orang-orang tidak boleh melupakannya," tuturnya.
Guardiola mengatakan ia telah mengalami sambutan-sambutan serupa di Spanyol namun merasa bahwa jalan-jalan yang sempit di sekitar Anfield mungkin membuat beberapa hal menjadi berbeda.
"Di Spanyol, mereka memiliki polisi untuk membatasi orang-orang. Para penggemar tidak dapat terlalu dekat berada di depan Anda. Di sini jalan-jalannya sempit. Kita lihat saja. Mudah-mudahan ini akan berjalan lancar dan para penggemar Liverpool dapat memperlihatkan sejarah mereka sendiri yang berbicara."
Juergen Klopp, manajer Liverpool yang berasal dari Jerman, mengatakan ia gembira dengan rencana unjuk kekuatan dari para penggemar.
"Itu indah, itu hebat, itu memperlihatkan segalanya, itu memperlihatkan hasrat. Selama itu berlangsung dengan cara yang legal, saya baik-baik saja dengan hal itu," kata Klopp.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/ANTARA/REUTERS
Spanyol bermain imbang 2-2 melawan Maroko pada laga terakhir Grup B.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.
Guru honorer Kulonprogo terancam imbas SE Mendikdasmen 2026. Disdikpora siapkan penataan menuju status ASN.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 turun pada 16 Mei 2026. Simak daftar harga lengkap terbaru di Pegadaian dan Logam Mulia.