Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Jupp Heynckes/Reuters-Michael Dalder
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih Bayern Jupp Heynckes sudah banyak makan asam garam di dunia kepelatihan. Dia pernah membawa Madrid berjaya dan sekarang harus menundukkan bekas klub yang pernah dia lambungkan.
20 Mei 1998 merupakan hari yang mengesankan Jupp Heynckes. Pelatih berusia 72 tahun tersebut membawa Real Madrid merengkuh septima alias gelar ketujuh mereka di Liga Champions.
Titel ini diperoleh Madrid setelah mengalahkan Juventus 1-0 pada babak final di Amsterdam Arena. Trofi itu terasa sangat istimewa. Sebab tim berjuluk Los Blancos itu sudah menunggunya sejak 1966 alias 32 tahun lamanya. Ironisnya, kebersamaan Heynckes dengan Madrid hanya seumur jagung. Dia dilengserkan dari jabatannya karena performa jeblok Madrid di kancah domestik.
Setelah dua dekade berlalu, Heynckes belum melupakan kenangan di Amsterdam bersama Madrid. Ingatannya bahkan semakin jelas sebelum dirinya mendampingi Bayern bertemu Madrid pada laga pertama semifinal Liga Champions di Allianz Stadium, Munich, Kamis (26/4) pukul 01.45 WIB.
“Saya mempunyai beberapa memori manis di Liga Champions, contohnya pada 1998, di Amsterdam, melawan Juventus. Itu perasaan fantastis ketika peluit akhir berbunyi dan Real Madrid menjadi juara Eropa untuk kali pertama sejak 32 tahun,” tutur Heynckes dalam wawancaranya dengan uefa.com, Selasa (24/4).
Sejak meninggalkan kursi Madrid, gairah pelatih berjuluk Osram tersebut nyatanya tak pernah padam. Ia bahkan beberapa kali sukses menaklukan mantan klubnya tersebut, yakni bersama Athletic Bilbao dan Bayern. Zinedine Zidane pun bakal menjadi pelatih Madrid ketujuh yang dihadapinya, setelah Luis Molowny, Benito Floro, Vicente Del Bosque, Jorge Valdano, Arsenio Iglesias, hingga Jose Mourinho.
Heynckes menggenggam empat kemenangan dan hanya menelan tiga kekalahan dalam sembilan pertemuan melawan El Real setelah 1998. Termasuk saat Bayern menyingkirkan Madrid besutan Mourinho dengan agregat 6-4 pada semifinal Liga Champions 2011/2012.
Heynckes bisa saja kembali membuat mantan klubnya itu menderita musim ini. Madrid memang tak bisa dipandang sebelah mata di bawah arahan Zidane. Los Blancos menyabet gelar undecima (ke-11) dan duodecima (ke-12) mereka di Liga Champions bersama pelatih berkepala plontos itu.
Namun insting Heynckes mengatakan Bayern bakal menyingkirkan Madrid di semifinal kali ini. Dengan pengalamannya, Heynckes bisa membawa Die Roten menggagalkan ambisi Los Blancos meraih hattrick juara Liga Champions menyamai rekor klub mereka pada 1973/1974, 1974/1975, dan 1975/1976.
“Saya pernah bertemu dengan pelatih-pelatih fantastis, seperti Johan Cruyff dan Marcelo Lippi. Saya sangat menyukai gaya permainan Madrid di bawah Zinedine Zidane. Menurutku tidak ada favorit, tetapi saya punya perasaan bagus,” ucap dia.
Heynckes merupakan dewa penolong Bayern musim ini. Dia didatangkan September lalu setelah Bayern mengalami start compang-camping bersama Carlo Ancelotti. Dia pun berpeluang membawa kembali Bayern meraih treble winner seperti 2012/2013 silam.
Singkirkan Rintangan
Tapi Bayern harus menyingkirkan Madrid yang menjadi rintangan terbesar mereka untuk mewujudkan mimpi tersebut. Bomber Los Blancos, Cristiano Ronaldo, menjadi pemain yang paling mereka waspadai. Ronaldo menjadi pemain tersubur dengan melesakkan 42 gol di semua kompetisi musim ini. Meski demikian, Heynckess juga bisa mengandalkan Robert Lewandowski yang moncer dengan 39 gol di semua kompetisi musim ini, pada duel di Allianz Arena nanti.
Lewandowski akan mendapat dukungan aliran bola dari sayap yang dikomandoi Arjen Robben dan Franck Ribery, Sayang, mereka kehilangan gelandang berpengaruh Arturo Vidal yang cedera. Sementara Madrid dalam kondisi nyaris fullteam.
Pertemuan Madrid dan Bayern terjadi sangat intens. Duel di Allianz Arena nanti merupakan pertemuan ke-25 mereka di kompetisi UEFA. Musim lalu, Madrid menyingkirkan Bayern dengan agregat 6-3 dari perempat final lewat babak perpanjangan waktu. Madrid juga sukses mendepak Die Roten besutan Josep Guardiola dengan agregat 5-0 pada semifinal 2013/2014.
“Kompetisi ini [Liga Champions] paling sulit dimenangi,” ujar gelandang Madrid, Toni Kroos, yang pernah berkostum Bayern selama enam tahun, seperti dilansir marca.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.