Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Dua pemain asing PSIM Jogja Kristian Adelmund dan Emile Linkers bergoyang usai Kristian Adelmund mencetak satu gol ke gawang Persitema Temanggung di Stadion Bumipala Temanggung, 2012 silam / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA -- Nasib nahas dialami oleh PSIM Jogja jelang laga melawan Madura FC di babak reguler Liga 2 2018 Grup Timur, Kamis (26/4/2018) sore. Laskar Mataram harus menerima sanksi berupa pengurangan 9 poin dari operator kompetisi.
Hal ini menyusul tidak dibayarkannya tunggakan gaji terhadap tiga pemain asal Belanda, Lorenzo Rimkus, Emile Linkers, dan Kristian Adelmund yang sempat membela PSIM 2012 silam.
Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastawa yang dikonfirmasi, Kamis (26/4/2018) mengakui, pihaknya telah menerima surat berisi keputusan pengurangan 9 poin. Surat langsung ditandatangani oleh Chief Executive Officer PT LIB Risha A Widjaya, bernomor 153/LIB/IV/2018 tertanggal 25 April 2018. Dalam surat tersebut disebutkan sanksi dijatuhkan berdasar tindak lanjut dari surat sengketa yang sebelumnya dilayangkan pada PSIM perihal sengketa ketenagakerjaan yang disampaikan FIFA melalui Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha.
"Sesuai dengan keputusan FIFA Disciplinary Committee sebagaimana dijelaskan dalam surat PSSI maka klub PSIM Jogja dihukum pengurangan poin sebanyak 9 poin di kompetisi Liga 2 2018," kata Risha dalam surat tersebut.
Menurut Jarot atas keputusan itu pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, sejauh ini manajemen sudah berusaha untuk melunasi tunggakan sebesar Rp700 juta dan bunga sebesar 5 persen terhitung sejak 2014. Namun karena terbatasnya waktu, besaran tunggakan tersebut tidak bisa terpenuhi.
"Kami terima sanksi tersebut. Kami sudah berusaha," terang Jarot.
Terancam didegradasi ke Liga 3
Jarot mengungkapkan saat ini manajemen telah mendapat sponsor guna membantu pembayaran tunggakan tersebut. Sebab, meski mendapatkan sanksi pengurangan 9 poin, PSIM masih harus membayar tunggakan gaji dan bunga.
"Jika tidak kami langsung terdegradasi. Sekarang kami sudah mendapatkan sponsor untuk itu. Dan kami harapkan hal ini [pengurangan 9 poin] tidak akan berpengaruh terhadap mental pemain," harap Jarot.
Menurut Jarot, dengan adanya sanksi pengurangan 9 poin, mau tidak mau saat ini skuat asuhan Erwan Hendarwanto harus mendapatkan poin di setiap laga. Sebab, jika tidak, meski sudah membayarkan denda dan bunga dan terhindar dari ancaman degradasi, PSIM masih berpeluang degradasi jika gagal mendulang poin sebanyak-banyaknya.
"Kami wajib meraih poin sebanyak-banyaknya untuk mengganti pengurangan 9 poin. Tidak ada pilihan lainnya, kami juga harus menanggung dosa dari PT NPI [Nirwana Persada Indonesia] yang saat itu menangani PSIM," terang Jarot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.