KPK Perpanjang Penahanan Bupati Nonaktif Tulungagung
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Eusebio di Francesco/Reuters-Carl Recine
Harianjogja.com, JOGJA-Pelatih AS Roma Eusebio di Francesco menyanjung semangat timnya setelah mereka mengalahkan Liverpool 4-2 dalam leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (4/5/2018) dini hari tadi, tetapi akhirnya tersisih karena kalah agregat 6-7.
Roma mengalahkan Barcelona 3-0 di kandang saat membalikkan keadaan 1-4 pada leg pertama perempatfinal silam, tetapi dua gol Radja Nainggolan pada menit-menit terakhir melawan Liverpool dini hari tadi tidak cukup mengantarkan mereka mengulangi sukses seperti menggebuk balik Barcelona itu.
"Tahun ini kami telah melakukan hal yang sungguh luar biasa. Saya agak marah. Apa lagi yang bisa kami lakukan," kata Di Francesco kepada wartawan. "Liverpool tidak merampas apa-apa dari kami. Mereka telah bermain layaknya tim hebat. Tim yang menang adalah yang menang dalam detail."
Pertemuan kedua tim sendiri menjadi semifinal Liga Champions paling produktif menyusul kemenangan 5-2 Liverpool pada leg pertama.
"Semestinya ada lagi pertandingan semacam ini. Sangat mengesankan masuk stadion malam ini dan menyaksikan semua orang. Saya mohon maaf malam ini saya tidak bisa memberikan keajaiban yang sebenarnya. Bahkan setelah babak pertama selesai, Saya sudah yakin kami bisa mengalahkan mereka pada babak kedua," kata dia seperti dikutip Reuters.
Roma kebobolan lebih dulu pada menit-menit awal oleh gol Sadio Mane namun menyamakan kedudukan berkat gol bunuh diri James Milner. Setelah itu Georginio Wijnaldum merestorasi keunggulan tim Liga Premier itu tetapi Roma yang membutuhkan empat gol lagi untuk menyamakan kedudukan dalam agregat, bangkit melawan pada babak kedua lewat satu gol Edin Dzeko dan dua gol Nainggolan.
Tetapi itu tidak cukup mengantarkan Roma ke final pertama mereka di Piala Eropa sejak 1984 ketika mereka menjamu Liverpool di stadionnya sendiri.
"Saya senang sekali pada perkembangan mentalitas tim," tutup Di Francesco.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.