Liga 1: Gara-Gara Bom, Persebaya Surabaya Lawan Persib Bandung Ditunda

Newswire
Newswire Selasa, 15 Mei 2018 03:25 WIB
Liga 1: Gara-Gara Bom, Persebaya Surabaya Lawan Persib Bandung Ditunda

Suporter Persebaya Surabaya/Antara-Zabur Karuru

Harianjogja.com, SURABAYA–Panitia pelaksana pertandingan Persebaya menyampaikanlaga Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung pada pekan sembilan lanjutan Liga 1 yang sedianya dihelat Sabtu (19/5/2018) ditunda akibat aksi teror.

"Melihat kondisi di Surabaya, pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin keamanan sehingga harus ditunda," ujar Ketua Panpel Persebaya, Whisnu Sakti Buana, kepada wartawan di Surabaya, Senin (14/5/2018).

Di Surabaya dan Sidoarjo, terdapat lima ledakan beruntun terjadi di Surabaya dan Sidoarjo. Pada Minggu (13/5) bom bunuh diri diledakkan di tiga gereja berbeda, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, kemudian GKI Wonokromo Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno.

Kemudian, Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB bom meledak di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo. Pada Senin (14/5/2018), bom meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya.

Laga Bajul Ijo, julukan Persebaya, melawan Persib Bandung sedianya digelar Sabtu pekan ini di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Menurut Whisnu, apa yang terjadi di Surabaya dua hari ini di luar dugaan banyak pihak sehingga sangat berisiko bagi polisi untuk mengeluarkan izin.

Pihaknya juga mengaku telah berkonsultasi dengan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait hal tersebut dan telah diputuskan untuk ditunda.

"Jadwal terbaru menjadi tanggung jawab LIB. Sekali lagi ini di luar dugaan dan tidak sesuai kemauan semuanya," ucap Wakil Wali Kota Surabaya tersebut.

Sementara itu, berdasarkan siaran pers yang diterima Antara di Surabaya dari Panpel, PT LIB merespons kondisi keamanan di Surabaya dan menerbitkan surat penundaan pertandingan Persebaya menjamu Persib melalui surat 177/LIB/V/2018.

Chief Operating Officer PT LIB, Tigorshalom Boboy, mengaku pihaknya mempertimbankan dan memperhatikan situasi keamanan setelah terjadi ledakan bom di Surabaya.

"Dengan melihat kondisi keamanan yang terjadi di Surabaya, menurut kami kondisi sudah masuk dalam kategori force majeure. Jadi, pertandingan Persebaya melawan Persib kami putuskan tidak bisa digelar sesuai dengan jadwal," katanya dalam keterangan pers.

Pihaknya berharap kondisi di Surabaya segera pulih dan akan menyampaikan penetapan jadwal baru untuk pertemuan kedua tim tersebut pada 24 Mei 2018.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online