Prediksi 2022: Properti Industri & Logistik Diprediksi Paling Dicari
Konsultan properti global Colliers memprediksi bahwa untuk tahun depan, properti industri dan logistik menjadi aset real estat yang palingb dicari di Asia Pasifik.
Paolo Guerrero/Reuters-Andres Stapff
Harianjogja.com, JOGJA–Kapten tiga tim nasional yang berada di Grup C bersama Peru di Piala Dunia 2018 di Rusia bulan depan meminta FIFA mencabut larangan bermain terhadap kapten Peru Paolo Guerrero.
Guerrero, 34, gagal tes doping setelah Peru bermain imbang 0-0 melawan Argentina dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia pada Oktober tahun lalu. FIFA kemudian menskorsnya selama 12 bulan, tetapi kemudian direduksi menjadi 6 bulan saja sehingga masa larangan tersebut selesai sekitar setengah bulan yang lalu.
Namun, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kemudian mengajukan banding kepada Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS).
Ironisnya, CAS malahan memperpanjang masa hukuman menjadi 14 bulan atau baru berakhir pada Januari tahun depan sehingga top skor sepanjang masa Peru dengan 32 gol itu tak bisa memperkuat negaranya di Piala Dunia 2018 di Rusia.
Sebagaimana dilansir , Rabu (23/5/2018), kapten Prancis Hugo Lloris, kapten Australia Mile Jedinak, dan kapten Denmark Simon Kjaer menulis surat kepada FIFA dan mengatakan penerapan skorsing itu tidak proporsional sebab CAS pun menyatakan Guerrero sebenarnya tidak tahu ada zat terlarang di dalam minuman tehnya.
“Kami dengan hormat meminta FIFA menunjukkan belas kasih. Dalam pandangan kami, jelas salah mengecualikan dia dari apa yang seharusnya menjadi puncak kariernya [Piala Dunia 2018],” demikian isi surat ketiga kapten itu seperti dirilis FIFPro, asosiasi pesepak bola profesional dunia.
Ketiga pemain tersebut mengatakan Guerrero perlu diizinkan bermain di turnamen paling akbar sedunia itu dan baru menjalani sisa larangannya setelahnya. "Kami sangat percaya pengecualian sementara [izin bermain] akan menjadi solusi yang adil dan sah," tulis ketiganya.
FIFPro sebelumnya pun telah mengajukan permohonan serupa kepada FIFA dan menilai keputusan CAS menambah masa skorsing terhadap Guerrero sebagai “tidak adil dan bertentangan dengan akal sehat”.
Institusi yang bermarkas di Hoofddorp, Belanda, itu juga mengkritik langkah CAS memperpanjang skorsing tersebut lantaran tidak dilakukan melalui konsultasi yang memadai dengan pemain bersangkutan.
Bahan yang dikonsumsi tanpa sengaja oleh Guerrero itu adalah koka, bahan dasar kokain, yang di negara-negara yang termasuk wilayah Andean merupakan minuman yang biasa dikonsumsi masyarakat kebanyakan. Negara-negara Andean meliputi Peru, Kolombia, Bolivia, Ekuador, dan Venezuela.
Jika FIFA tidak mengeluarkan kebijakan yang menentang keputusan CAS, maka Guerrero, yang sehari-hari merumput bersama klub Brasil Flamengo, dipastikan tidak bisa menikmati aroma serunya Piala Dunia.
Kalau itu terjadi, sia-sialah perjuangan sang pemain yang telah berulang kali kali memperkuat Peru dalam babak kualifikasi Piala Dunia dan baru kali ini dia melaju ke putaran final, yang merupakan pertama kali bagi negara itu sejak terakhir kali lolos 36 tahun silam pada edisi 1982 di Spanyol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Konsultan properti global Colliers memprediksi bahwa untuk tahun depan, properti industri dan logistik menjadi aset real estat yang palingb dicari di Asia Pasifik.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.