Masih Sulit Menabung Bisa Jadi Tanda Posisi Ekonomi Anda
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri saat melakukan pemanasan bersama dengan pemain Timnas U-19 di Stadion UNY, Sleman, Sabtu (19/5/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN — Sejumlah perbaikan dilakukan oleh pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri menjelang laga uji coba antara PSS Sleman melawan Timnas U-19 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (2/6/2018) malam. Salah satunya adalah perbaikan pada lini tengah Timnas U-19.
Pada latihan yang digelar di Stadion UNY, Rabu (30/5/2018), pelatih asal Sumatera Barat ini lebih menitik beratkan pada perbaikan kinerja gelandang Timnas U-19. Sebab, dari hasil evaluasi atas kekalahan 0-3 dari laga uji coba melawan Persis Solo, Hanis Sagara dan kawan-kawan masih lemah dalam penguasaan bola dan sentuhan. Alhasil, bola lebih gampang hilang saat memasuki lini tengah Timnas U-19.
“Latihan sore ini lebih membuat lini tengah kita. Kemarin kami selalu main bola vertical, sehingga lebih banyak kehilangan bola. Alhasil, ciri khas permainan kita hilang. Untuk itu, saya coba kembalikan lagi mainset mereka,” ujar Indra usai latihan.
Diakui Indra, latihan seperti ini membutuhkan waktu cukup panjang dan kesabaran. Di samping itu dengan pola latihan ini diharapkan cemestri antarpemain akan segera terbentuk. “Harapannya cemestri ini segera terbentuk dan terasah,” ucapnya.
Laga uji coba melawan PSS, Indra memastikan akan melihat kembali penampilan dari para pemain baru. Meski tidak menjelaskan secara rinci gambaran pemain yang diturunkan, akan tetapi Indra mengakui jika dirinya akan melihat konsistensi permainan pemain lainnya.
“Nantinya diharapkan mendapatkan kesimpulan tepat. Jangan sampai nantinya mencoret orang tetapi enggak memberi kesempatan kepada mereka,” ucap Indra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.