Jogja Bike Rendezvous Diyakini Bakal Gerakkan Ekonomi DIY
Jogja Bike Rendezvous (JBR) yang digelar Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) pada 16-17 September mendatang diyakini akan menggerakkan sektor pariwisata dan e
Danny Rose saat tampil bersama Timnas Inggris saat melawan Nigeria belum lama ini. /Reuters-David Klein
Harianjogja.con, LONDON-Bek Timnas Inggris Danny Rose melarang anggota keluarganya untuk melihat langsung pertandingan Piala Dunia di Rusia dalam waktu dekat ini. Apa alasannya? Ternyta pemain Tottenham Hotspurs tersebut khawatir keluarganya akan menjadi korban rasis di Rusia.
"Saya sudah memberi tahu keluarga saya bahwa saya tidak ingin mereka pergi ke sana [Rusia] karena rasisme dan hal lain yang mungkin terjadi," kata bek kiri berusia 27 tahun itu kepada London Evening Standard, Rabu (06/06/2018).
"Aku tidak ingin khawatir, aku mencoba untuk mempersiapkan permainan, dan aku memikirkan untuk keselamatan keluargaku. Jika sesuatu terjadi padaku, itu tidak akan mempengaruhiku seperti itu jika keluargaku menjadi korban pelecehan," ujar Rose sebagaimana dikutip dari Reuters.
Rose, yang mengalami pelecehan rasial pribadi ketika dia bermain untuk Inggris di bawah usia 21 tahun di Serbia pada tahun 2012, menambahkan dirinya tidak akan merisaukan atas dirinya. "Saya baik-baik saja dengan apa pun yang mungkin atau tidak mungkin terjadi. Saya suka berpikir saya akan bisa menghadapinya dengan benar,” papar Rose.
Rusia telah berjanji menindak rasisme di turnamen terakbar sejagat yang berlangsung dari 14 Juni hingga 15 Juli tersebut. Namun demikian, kasus-kasus rasis terus terjadi di Rusia menjelang perhelatan Piala Dunia. Kasus terakhir terjadi bulan Maret lalu di mana pemain Prancis menjadi korban dalam laga persahabatan di St Petersburg, salah satu kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kasus tersebut kemudian berimbas pada dijatuhkannya sanksi berupa denda.
Namun, Rose menilai denda tersebut tak akan membawa dampak untuk melawan rasisme di sepak bola. "Denda 22.000 poundsterling itu menjijikkan," katanya.
"Apa yang diharapkan? Aku tidak ingin terdengar arogan, tetapi jika aku didenda 22.000 pound, itu tidak akan membuat perbedaan. Sebuah negara yang didenda 22.000 pound hanya bisa ditertawakan," ujar dia.
Rose yang akan tampil di Piala Dunia untuk kali pertama mengatakan keluarganya kecewa dengan keputusannya untuk meminta mereka untuk tidak hadir di Rusia. "Ayah saya benar-benar marah. Dia mengatakan dia mungkin tidak pernah mendapatkan kesempatan lagi untuk datang dan menonton saya di Piala Dunia. Ini benar-benar menyedihkan,” ujar dia.
Rose adalah pemain pertama yang menyuarakan keprihatinan tentang rasisme di Piala Dunia di Rusia. "Jika itu sampai benar-benar terjadi, dan dalam situasi apa, sulit mengatakan apa yang sebenarnya kamu lakukan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters
Jogja Bike Rendezvous (JBR) yang digelar Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) pada 16-17 September mendatang diyakini akan menggerakkan sektor pariwisata dan e
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.