Kimi Antonelli Tinggal Butuh 2 Poin untuk Kunci Gelar Juara Dunia F1
Kimi Antonelli memenangi F1 GP Amerika Serikat 2026 dan memimpin klasemen dengan 365 poin. Ia tinggal membutuhkan dua poin untuk mengunci gelar.
Pertandingan Arema FC vs PSIS Semarang / Liga Indonesia
Harianjogja.com, MALANG - Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, meminta kepada manajemen untuk mengurangi jumlah pemain. Skuat sekarang ini jumlahnya mencapai 30 pemain dan dinilai kelebihan muatan.
GM Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan kalau pelatih kepala kurang sreg bila dalam satu tim terlalu banyak pemain. Apalagi Arema hanya fokus untuk bermain di Liga 1 2018 dan kompetisi lintaskasta yang digelar PSSI.
Dari sekitar 30 pemain nantinya akan dikurangi menjadi sekitar 22-23 pemain. "Milan Petrovic ingin ada pengurangan pemain supaya lebih efektif. Buat apa mengontrak 30 pemain kalau yang bermain hanya itu-itu saja," kata Ruddy Widodo, dikutip dari laman Liga Indonesia, Sabtu (9/6/2018).
Rencananya saat peralihan putaran pertama ke putaran kedua, sekitar 8 pemain akan dipinjamkan ke klub lain. Meski ada pula yang nantinya dilepas seperti yang sudah dialami Balza Bosovic.
"Kalau untuk sekarang biar para pemain fokus dulu sampai putaran pertama selesai," kata Ruddy Widodo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli memenangi F1 GP Amerika Serikat 2026 dan memimpin klasemen dengan 365 poin. Ia tinggal membutuhkan dua poin untuk mengunci gelar.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Eko Suwanto mendorong integrasi APBD se-DIY untuk menekan kemiskinan, mengatasi pengangguran, dan memperluas lapangan kerja.
Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.