Gempa Magnitudo 5,2 di Barat Daya Kulonprogo, Terasa Kencang di Jogja dan Sekitarnya
Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang barat daya Kulonprogo, DIY, Jumat (17/3/2023) malam. Gempa terasa kencang sampai ke Kota Jogja dan sejumlah wilayah.
Rafa Marquez/Reuter-Edgard Garrido
Harianjogja.com, JOGJA--Bek Meksiko Rafa Marquez mencatat rekor kala membantu timnya mengalahkan Jerman 1-0 dalam laga Grup F Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskwa, Minggu (17/6/2018).
Sebagaimana dilansir fifa.com, Marquez menjadi pemain ketiga yang bermain di lima Piala Dunia, menyusul kompatriotnya Antonio Carvajal dan legenda Jerman Lothar Matthaus. Sebenarnya sudah ada empat pemain yang berpartisipasi di lima Piala Dunia. Selain Marquez, Carvajal, dan Matthaus, kiper Italia Gianluigi Buffon juga ikut lima Piala Dunia. Namun, pada 1998, Buffon hanya menjadi cadangan Gianluca Pagliuca dan tak turun semenit pun.
Marquez sebelumnya bermain di Piala Dunia 2002, 2006, 2010, dan 2014. Di menit ke-71 saat Meksiko mengalahkan Jerman, Merquez membukukan rekor. Dia masuk menggantikan gelandang Andres Guardado. Marquez langsung memakai ban kapten, mengambil alih kepemimpinan dari tangan Guardado.
Ini menjadikan Marquez sebagai orang pertama yang bermain di empat Piala Dunia dengan ban kapten di lengannya. Hanya pada Piala Dunia 2002 Marquez tidak memimpin tim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang barat daya Kulonprogo, DIY, Jumat (17/3/2023) malam. Gempa terasa kencang sampai ke Kota Jogja dan sejumlah wilayah.
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas