Hujan Angin Terjang Berbah Sleman, Pohon Bertumbangan, Rumah Rusak, Baliho Ambruk
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Suporter Jepang./Reuters-Jason Caindurff
Harianjogja.com, JOGJA—Dua kelompok suporter di Piala Dunia 2018 merayakan kemenangan timnas mereka dengan cara yang patut ditiru fans di sekujur Bumi.
Jepang dan Senegal sama-sama menang dalam laga perdana di Grup H. Senegal mengalahkan Polandia 2-1. Angka yang sama dicetak Jepang kala menundukkan Kolombia. Setelah pertandingan, suporter kedua tim memperlihatkan keteladanan.
Fans Jepang menegaskan reputasi meraka sebagai penonton bola paling rapi. Empat tahun lalu di Brasil, mereka menjadi tajuk utama di beberapa media lantaran. Entah kesebelasan Blue Samurai kalah, imbang, atau menang, suporter Jepang selalu memungut sampah dan membersihkan kotoran yang berserakan di tribune.
Kali ini, tradisi bagus itu dipertahankan dengan cara yang lebih meriah setelah Jepang mengalahkan Kolombia di Stadion Mordovia Arena, Saransk, Selasa (19/6/2018). Mereka menjinjing kantong untuk mewadahi bermacam kotoran sehingga sebagian tribune Mordovia Arena bersih dan rapi.
“Ini bukan hanya budaya sepak bola Jepang, tetapi budaya masyarakat Jepang secara keseluruhan,” ujar jurnalis yang punya segudang pengalaman meliput sepak bola di Jepang, Scott McIntyre kepada BBC.
Scott pergi ke Rusia untuk mengover pertandingan Blue Samurai dan tak terkejut dengan kedisiplinan orang-orang dari Negeri Sakura.
“Sepak bola adalah cermin dari kebudayaan dan aspek terpenting dari masyarakat Jepang adalah memastikan semuanya bersih.”
Menurut dia, kebiasaan hidup bersih itu sudah ditanamkan sejak anak-anak. Di Jepang jika ada orang luar negeri yang meninggalkan botol bekas minuman atau bungkus makanan di stadion, penonton lokal bakal langsung menegurnya.
“Orang Jepang akan menepuk pundak si pembuang sampah dan mengatakan mereka harus membawa sampah itu ke rumah atau membuangnya ke tempat sampah, yang penting tidak meninggalkannya di stadion,” ucap Scott.
Para pemain muda di Jepang juga dididik hidup bersih.
“Di sekolah, perilaku dasar yang terus diajarkan adalah bersih-bersih setelah pertandingan. Perilaku itu kemudian menjadi kebiasaan di seluruh masyarakat.”
Keteladanan itu menular. Suporter Senegal juga membersihkan sebagian tribune Stadion Spartak, Moskwa, setelah tim kesayangan mereka menekuk Polandia.
Perilaku suporter Senegal itu menambah kesempurnaan tim dari Afrika. Selain menang dan memiliki suporter yang rapi dan sadar kebersihan, Senegal juga punya pelatih dengan penampilan keren, dengan rambut gimbal mirip legenda reggae Bob Marley, Aliou Cisse.
Senegal dan Jepang akan bertemu pada Minggu (24/6/2018) di Stadion Central. Pekerjaan petugas kebersihan di stadion yang berada di Yekaterinburg itu tentu bakal lebih enteng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.