Suporter Jepang Kondang karena Suka Bersihkan Stadion & Kini Suporter Senegal Menirunya

Budi Cahyana
Budi Cahyana Rabu, 20 Juni 2018 22:25 WIB
Suporter Jepang Kondang karena Suka Bersihkan Stadion & Kini Suporter Senegal Menirunya

Suporter Jepang./Reuters-Jason Caindurff

Harianjogja.com, JOGJA—Dua kelompok suporter di Piala Dunia 2018 merayakan kemenangan timnas mereka dengan cara yang patut ditiru fans di sekujur Bumi.

Jepang dan Senegal sama-sama menang dalam laga perdana di Grup H. Senegal mengalahkan Polandia 2-1. Angka yang sama dicetak Jepang kala menundukkan Kolombia. Setelah pertandingan, suporter kedua tim memperlihatkan keteladanan.

Fans Jepang menegaskan reputasi meraka sebagai penonton bola paling rapi. Empat tahun lalu di Brasil, mereka menjadi tajuk utama di beberapa media lantaran. Entah kesebelasan Blue Samurai kalah, imbang, atau menang, suporter Jepang selalu memungut sampah dan membersihkan kotoran yang berserakan di tribune.

Kali ini, tradisi bagus itu dipertahankan dengan cara yang lebih meriah setelah Jepang mengalahkan Kolombia di Stadion Mordovia Arena, Saransk, Selasa (19/6/2018). Mereka menjinjing kantong untuk mewadahi bermacam kotoran sehingga sebagian tribune Mordovia Arena bersih dan rapi.

“Ini bukan hanya budaya sepak bola Jepang, tetapi budaya masyarakat Jepang secara keseluruhan,” ujar jurnalis yang punya segudang pengalaman meliput sepak bola di Jepang, Scott McIntyre kepada BBC.

Scott pergi ke Rusia untuk mengover pertandingan Blue Samurai dan tak terkejut dengan kedisiplinan orang-orang dari Negeri Sakura.

“Sepak bola adalah cermin dari kebudayaan dan aspek terpenting dari masyarakat Jepang adalah memastikan semuanya bersih.”

Menurut dia, kebiasaan hidup bersih itu sudah ditanamkan sejak anak-anak. Di Jepang jika ada orang luar negeri yang meninggalkan botol bekas minuman atau bungkus makanan di stadion, penonton lokal bakal langsung menegurnya.

“Orang Jepang akan menepuk pundak si pembuang sampah dan mengatakan mereka harus membawa sampah itu ke rumah atau membuangnya ke tempat sampah, yang penting tidak meninggalkannya di stadion,” ucap Scott.

Para pemain muda di Jepang juga dididik hidup bersih.

“Di sekolah, perilaku dasar yang terus diajarkan adalah bersih-bersih setelah pertandingan. Perilaku itu kemudian menjadi kebiasaan di seluruh masyarakat.”

Keteladanan itu menular. Suporter Senegal juga membersihkan sebagian tribune Stadion Spartak, Moskwa, setelah tim kesayangan mereka menekuk Polandia.

Perilaku suporter Senegal itu menambah kesempurnaan tim dari Afrika. Selain menang dan memiliki suporter yang rapi dan sadar kebersihan, Senegal juga punya pelatih dengan penampilan keren, dengan rambut gimbal mirip legenda reggae Bob Marley, Aliou Cisse.

Senegal dan Jepang akan bertemu pada Minggu (24/6/2018) di Stadion Central. Pekerjaan petugas kebersihan di stadion yang berada di Yekaterinburg itu tentu bakal lebih enteng.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online