Eden Hazard Waspadai Permainan Keras Tunisia

Anton Wahyu Prihartono
Anton Wahyu Prihartono Kamis, 21 Juni 2018 19:05 WIB
Eden Hazard Waspadai Permainan Keras Tunisia

Eden Hazard menggiring bola saat melawan Panama di Piala Dunia 2018. /Reuters-Marcos Brindicci

Harianjogja.com, MOSKWA-Belgia akan menjalani laga krusial mekawan Tunisia dalam lanjutan Piala Dunia 2018 Grup G. Salah satu wakil Afrika tersebut dianggap memiliki permainan yang kuat karena bisa merepotkan Inggris pada laga perdana. Tunisia dianggap memiliki pertahanan yang rapat dan permainan yang keras.

Jika bisa menang atas Tunisia, Eden Hazard dkk dipastikan lolos ke fase selanjutya. Namun, tentu saja hal itu bukan hal yang mudah. Setelah berhasil mengalahkan Panama dengan skor 3-0, pasukan Roberto Martinez akan menghadapi ketangguhan Tunisia pada Sabtu (23/6/2018). Tunisia dianggap sebagai lawan yang jauh lebih kuat ketimbang Panama. Tunisia dianggap memiliki permainan yang keras yang barisan pertahanan yang kuat.

Maka dari itu, butuh kecerdasan Eden Hazard dan Kevin de Bruyne untuk membongkar pertahanan Tunisia dan sekaligus mengakhiri perjalanan Tunisia ke babak selanjutnya di ajang Piala Dunia. Kapten Belgia Eden Hazard mengaku siap menghadapi Tunisia dan bertekad mengulang kesuksesan pada pertandingan pertama. "Pertandingan pertama di turnamen manapun selalu sedikit sulit dan panas. Kondisi itu membuat kami cukup lelah. Tetapi setelah kami istirahat, kami siap untuk mengulangi lagi [kemenangan],” kata pemain Chelsea tersebut sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (21/6/2018).

Gelandang Belgia Kevin De Bruyne siap membantu Romelu Lukaku untuk mencetak gol lagi. "Saya harus bisa memberi umpan kepada striker yang dalam posisi bisa mencetak gol. Jika saya melakukan itu, artinya saya melakukan pekerjaan yang baik," kata De Bruyne kepada wartawan.

Tunisia sendiri dianggap memiliki reputasi baik dalam sepak bola Afrika. Para pemain Tunisia memiliki kombinasi pertahanan yang baik dan taktik yang bagus. Hal itu ditunjukkan saat melawan Inggris di mana kemenagan Inggris ditentukan pada menit akhir. Bahkan, pasukan Gareth Southgate dibuat frustrasi hingga babak kedua berakhir.

Sementara, Tunisia akan berusaha untuk mencari kemenangan atas Belgia untuk menjaga ambisi untuk melaju di putaran selanjutnya di Piala Dunia. Tunisia bertekad untuk mengakhiri 12 pertandingan tanpa kemenangan di putaran final Piala Dunia dalam waktu 40 tahun. "Saya pikir kami akan menghormati Belgia dan kami memiliki ambisi untuk melewati putaran pertama yang belum pernah dilakukan Tunisia sebelumnya," kata pelatih Tunisia Nabil Maaloul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Reuters

Share

Anton Wahyu Prihartono
Anton Wahyu Prihartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online