Gempa Magnitudo 5,2 di Barat Daya Kulonprogo, Terasa Kencang di Jogja dan Sekitarnya
Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang barat daya Kulonprogo, DIY, Jumat (17/3/2023) malam. Gempa terasa kencang sampai ke Kota Jogja dan sejumlah wilayah.
Marco Reus/Reuters-Hannah McKay
Harianjogja.com, JOGJA-Jerman mengalahkan Swedia secara dramatis di laga kedua Grup F Piala Dunia 2018 di Fisht Stadium, Sochi, Minggu (24/6/2018) dini hari WIB.
Dengan hasil ini, Jerman kini di atas angin karena sudah mengoleksi tiga angka, sama dengan nilai Swedia. Jerman akan menghadapi tim juru kunci Korea di laga terakhir. Sementara, Swedia bakal melawan Meksiko di partai pamungkas. Kemenangan atas Korea dengan selisih dua gol atau lebih akan mengantar Die Mannschaft ke 16 besar.
Swedia juga bakal melaju seandainya mampu mengalahkan Meksiko dengan selisih dua gol. Jika ini yang terjadi, Meksiko yang mengoleksi dua kemenangan di laga awal bakal angkat koper secara ironis. Padahal, andai Jerman gagal mengalahkan Swedia, Meksiko bakal lolos ke 16 besar.
FIFA memprioritaskan agregat gol alih-alih head to head apabila dua tim bernilai sama. Ini yang bikin banyak orang terkecoh dan mengira Meksiko otomatis melaju ke fase gugur karena menang atas Korea dan Jerman di dua laga penyisihan grup.
Kemenangan Jerman atas Swedia diraih susah payah. Jerman tertinggal lebih dahulu lewat gol Ola Toivonen di menit 32, kemudian menyamakan kedudukan lewat Marco Reus di menit 48. Jerman akhirnya menang lewat sepakan melengkung Toni Kroos di menit 93.
Jerman adalah salah satu tim paling konsisten dalam sejarah Piala Dunia. Sejak kali pertama ikut Piala Dunia pada 1938, tim berjuluk Die Mannschaft selalu lolos ke turnamen sepak bola paling digilai seluruh penjuru dunia tersebut.
Jerman mengoleksi empat gelar juara dalam 18 penampilan. Langkah mereka minimal sampai perempat final dalam sembilan edisi terakhir. Yang paling fenomenal, Jerman tak pernah terhenti di fase grup.
Hanya sekali Jerman tidak lolos dari fase grup. Tapi itu karena juara dunia empat kali ini absen di Piala Dunia 1950 menyusul sanksi karena peran mereka di Perang Dunia II. Dengan kata lain, tidak ada yang mampu menandangi konsistensi Jerman lolos dari fase grup sejak 1938. Bahkan, juara dunia lima kali, Brasil, pernah tersandung di babak grup pada Piala Dunia 1966.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang barat daya Kulonprogo, DIY, Jumat (17/3/2023) malam. Gempa terasa kencang sampai ke Kota Jogja dan sejumlah wilayah.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi