Lawan Young Boys, Ronaldo Bikin Sejarah Lagi
Manchester United dikalahkan klub Swiss Young Boys. Meski demikian, penyerang MU Cristiano Ronaldo berhasil mencetak gol dan membuat rekor baru menyamai penampilan Iker Casillas.
Ujung tombak Timnas Polandia Robert Lewandowski./Reuters-Kacper Pempel
Harianjogja.com, JAKARTA–FIFA mendenda Asosiasi Sepak Bola Polandia sebesar 10.000 franc Swiss gara-gara spanduk dari fans timnas mereka yang dinilai ofensif saat Robert Lewandowski dkk. kalah 1-2 dari Senegal di Grup H Piala Dunia 2018 di Rusia.
“Komite Disiplin FIFA menetapkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Polandia sebesar 10.000 CHF dan memperingatkan atas displai spanduk politik dan menyerang dari fans Polandia,” demikian pernyataan FIFA pada Minggu (24/6/2018).
FIFA tidak memerinci spanduk mana yang dinilai berbau politis dan menyerang serta menyinggung pihak tertentu. Di sisi lain Asosiasi Sepak Bola Polandia menolak memberikan komentar.
Kekalahan dari Senegal itu sendiri belum menutup peluang Polandia, yang merupakan unggulan Grup H, untuk melaju ke babak 16 besar atau fase knock out. Polandia akan mencoba mempertahankan peluang mereka untuk melaju ke babak berikutnya ketika menghadapi Kolombia pada Senin (25/6/2018) pukul 01:00 WIB.
Setelah itu, Polandia akan berhadapan dengan Jepang pada laga terakhir fase grup, Kamis (28/6/2018) pukul 21:00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Manchester United dikalahkan klub Swiss Young Boys. Meski demikian, penyerang MU Cristiano Ronaldo berhasil mencetak gol dan membuat rekor baru menyamai penampilan Iker Casillas.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.