Listrik Sumatra Mulai Nyala Lagi, PLN Ungkap Biang Kerok Gangguan
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
David De Gea/Reuters-Eddie Keogh
Harianjogja.com, JOGJA—Predikat kiper terbaik di kompetisi liga tak menjadi jaminan sang penjaga gawang mampu bersinar di Piala Dunia. Kiper Spanyol David de Gea boleh saja menjadi penyelamat Manchester United dalam banyak kesempatan. Namun, di Rusia, performa penjaga gawang yang berkali-kali diincar Real Madrid itu sangat buruk.
Dalam tiga laga De Gea kebobolan lima gol, bahkan dia sebenarnya kebobolan enam kali andai gol Saeid Ezatolahi tidak dianulir saat Spanyol mengalahkan Iran 1-0 di laga kedua Grup B. Sebelum Spanyol memainkan partai pamungkas fase penyisihan melawan Maroko, FIFA melansir performa 33 kiper dari 32 negara yang sudah tampil di Piala Dunia 2018. De Gea masuk urutan terbuncit karena sama sekali tak mencatat penyelematan dalam dua laga, tetapi kebobolan tiga gol. Saat melawan Maroko, De Gea hanya mencatat dua penyelamatan (Whoscored bahkan cuma menghitung satu penyelamatan) dan kebobolan dua gol.
Statistik itu tentu amat jauh tertinggal dibanding kiper Meksiko, Guillermo Ochoa, yang telah mencatat 14 penyelamatan dari dua laga (93,3%) atau kiper Denmark Kasper Schmeichel yang menorehkan 10 penyelamatan dari dua laga (90,9%).
Performa De Gea makin jeblok karena dia membuat blunder saat menangkap bola yang berbuah gol kedua Portugal via Cristiano Ronaldo. De Gea juga tak bereaksi terhadap sepakan bebas Ronaldo yang berbuah gol ketiga Portugal maupun sundulan Youssef En-Nesyri yang menghasilkan gol kedua untuk Maroko.
Tudingan miring pun sempat dialamatkan pada sang kiper setelah tak bermain terlalu impresif di awal Piala Dunia 2018. Namun ada pula sejumlah pihak yang tetap yakin dengan kualitas De Gea, salah satunya manajernya di MU, Jose Mourinho. Mou tak menyangkal De Gea melakukan aksi buruk atas blundernya melawan Portugal. “Itu jenis kesalahan yang tidak dia lakukan bersama kami [MU]. Dia pemain terbaik kami di musim lalu. Namun hal itu [kesalahan] terjadi juga pada pemain-pemain terbaik,” ujar Mourinho dilansir Russia Today.
Mourinho yakin apa yang terjadi di laga awal tak akan memberi pengaruh besar secara psikologis pada De Gea. “Hal baik yang bisa Anda temui pada pemain-pemain terbaik adalah pada pertandingan berikutnya mereka sudah siap, tanpa takut, dan penuh percaya diri,” tukas eks Pelatih Real Madrid itu.
Pelatih Spanyol Fernando Hierro juga masih mempercayai De Gea sebagai penjaga gawang nomor satu. "Kami tak meragukannya dan dia juga tak meragukan dirinya sendiri. Saya mendukungnya," ucap Hierro.
Mou dan Hierro boleh saja membela anak buahnya. Namun De Gea sudah sering bikin blunder saat berbaju La Roja. De Gea juga luput menangkap bola saat Spanyol bermain imbang 1-1 dengan Swiss di laga pemanasan sebelum Piala Dunia. Ihwal kesalahan kolosalnya di laga melawan Portugal, De Gea tak ambil pusing. "Saya tidak membunuh seseorang dan saya suka dikritik. Diego Costa juga kerap dikritik tetapi sekarang mencetak banyak gol untuk kami. Saya senang bersama tim nasional."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Prakiraan cuaca Jogja saat libur Iduladha 2026, mayoritas berawan, Sleman dan Kota Jogja berpotensi hujan ringan.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.