Shaqiri & Xhaka Lolos dari Sanksi Larangan Bertanding

Budi Cahyana
Budi Cahyana Selasa, 26 Juni 2018 19:40 WIB
Shaqiri & Xhaka Lolos dari Sanksi Larangan Bertanding

Selebrasi gol Granit Xhaka yang diduga bermuatan politis./Reuters-Carl Recine

Harianjogja.com, JOGJA—Dua pemain Swiss, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri, lolos dari hukuman larangan bermain oleh FIFA meski mereka merayakan gol dengan cara kontroversial saat mengalahkan Serbia 2-1 di laga kedua Grup E di Kaliningrad, Sabtu (23/6/2018) dini hari WIB. Namun, mereka kena denda.

Dua gol Swiss ke gawang Serbia dilesakkan Xhaka dan Shaqiri. Saat merayakan gol, keduanya menangkupkan tangan membentuk kepala elang. Ini memancing kontroversi dan berbau politis karena kepala elang adalah simbol bendera Albania. Xhaka dan Shaqiri punya darah Kosovo, etnis yang menjadi mayoritas di Albania. Serbia tak mengakui kemerdekaan Kosovo sehingga perayaan gol Xhaka dan Shaqiri dibaca khalayak sebagai pernyataan politis yang selama ini diharamkan FIFA.

Shaqiri lahir di Kosovo. Adapun Xhaka lahir di Albania, orang tuanya yang berasal dari Serbia. Keluarga mereka kemudian menjadi imigran dan tumbuh di Swiss. Ayah Xhaka adalah tahanan politik yang pada 1968 aktif dalam demonstrasi menentang pemerintah komunis di Beograd, Yugoslavia. Saudara kandung Granit Xhaka, Taulant Xhaka bermain untuk Albania. Keduanya pernah bertarung saat Swiss menghadapi Albania di Euro 2016 lalu.

Federasi Sepak Bola Serbia sudah mengajukan komplain ke FIFA ihwal perayaan gol Shaqiri dan Xhaka. Keduanya kemudian terancam sanksi berupa larangan bermain, padahal tenaga Xhaka dan Shaqiri sangat dibutuhkan untuk laga Swiss melawan Kosta Rika.

Namun, sebagaimana dikutip dari Guardian, Selasa (26/6/2018), FIFA tak menghukum mereka dengan larangan bertanding, tetapi denda. Xhaka dan Shaqiri didenda 10.000 franc Swiss. Kapten Stephan Lichtsteiner juga kena getahnya karena tak bisa mengendalikan perilaku pemain. Dia didenda 5.000 franc Swiss. Ketiganya dianggap melanggar kode disiplin FIFA karena berperilaku tidak sportif yang bertentangan dengan prinsip-prinsip fair play.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online