Masjid Sultan Eyup, Masjid di Istanbul yang "Dijaga" Sahabat Nabi Muhammad SAW
Di antara banyak masjid di Istanbul, Masjid Sultan Eyup menjadi paling unik dan ramai dikunjungi pelancong. Kondisi ini tidak bisa lepas dari sejarah Sultan Eyu
Pemain Jerman homas Muller kecewa setelah Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2018. /Reuters- John Sibley
Harianjogja.com, KAZAN-Jerman secara mengejutkan tersingkir dari Piala Dunia 2018 di Rusia. Korea Selatan benar-benar memberi mimpi buruk kepada juara Piala Dunia 2014 tersebut dengan skor 2-0 dalam pertandingan di Kazan Arena, (27/6/2018) malam WIB.
Pada babak awal, Jerman begitu mendominasi permainan. Namun, berbagai peluang gagal dimanfaat oleh Mesut Oezil dkk. Serangan balik yang dibangun Jerman berhasil dimentahkan oleh barisan pertahanan Korea Selatan yang dikomando oleh Young Sun Yun.
Korea Selatan mengancam gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer pada menit 19. Berawal dari tendangan bebas di dekat kotak penalti, Jung Woo Young mengeksekusi bola dengan baik. Sayangnya, bola tidak bisa ditangap dengan sempurna. Namun, dengan cekatan Neuer berhasil menangkap kembali bola muntah itu sebelum Son Heung-Min menyambar.
Korea Selatan kembali mendapat peluang saat pemain belakang Jerman membuat kesalahan umpan. Bola kemudian dimanfaatkan oleh Son. Namun sayangnya pemain Tottenham Hotspur tersebut gagal mengkonversi menjadi gol.
Kesempatan emas didapatkan Jerman di menit akhir babak pertama. Sebuah kesalahan pemain belakang Korea Selatan dimanfaatkkan oleh Timo Werner. Sayang, tendangan kerasnya masih dihalau kiper Korea Selatan dan hanya berbuah tendangan pojok. Skor 0-0 berakhir hingga babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, Jerman semakin bernafsu mendapatkan poin. Joechim Low memasukkan Mario Gomez menggantikan Sami Khedira pada menit 58. Lima menit kemudian, Thomas Mueller dimasukkan menggantikan Leon Goretzka. Kehadiran Mueller menambah daya gedor Jerman. Namun, sayangnya berbagai peluang tidak bisa dimanfaatkan menjadi gol. Pada babak kedua, permainan nyaris milik Jerman. Sesekali Korea Selatan melakukan serangan balik. Jerman menguasai 69 persen permainan berbanding 31 persen di mana Jerman memiliki enam shoot on target.
Hingga babak berakhir seolah-olah tidak ada gol. Namun, petaka datang kepada Jerman saat serangan balik Korea Selatan berbuah tendangan pojok pada menit 90. Tendangan pojok meluncur ke depan gawang sehingga terjadi kemelut. Young-Gwon Kim yang mendapat bola liar bisa memanfaatkan bola ke arah gawang. Gol sempat diprotes pemain Jerman. Namun setelah wasit melihat VAR, wasit tetap menganggap gol tetap sah. Kekalahan itu bakal membuat kans Jerman gagal melaju ke fase gugur.
Wasit menambahkan enam menit waktu tambahan. Hal itu membuat pemain Jerman berusaha mencetak gol untuk menghindari kekalahan. Bahkan, Neuer turut membantu serangan ke depan. Petaka kedua datang kepada Jerman. Di saat Neuer berada di depan, bola yang berada di kaki pemain Korea Selatan langsung di umpan ke tiang jauh. Di depan sudah ada Son Heung-Min dan selanjutnya menceploskan bola ke gawang. 2-0 untuk Korea Selatan. Hingga babak berakhir, skor kemenangan untuk Korea Selatan sehingga membuat Jerman angkat koper dari laga Piala Dunia Rusia. Telebih lagi, Swedia menang 3-0 atas Meksiko. Dengan demikian, Swedia dan Meksiko yang memiliki nilai enam berhak lolos ke fase gugur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di antara banyak masjid di Istanbul, Masjid Sultan Eyup menjadi paling unik dan ramai dikunjungi pelancong. Kondisi ini tidak bisa lepas dari sejarah Sultan Eyu
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.