Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Belgia (Reuters-Carlos Garcia Rawlins)
Harianjogja.com, ROSTOV ON DON — Piala Dunia di Rusia sudah memasuki babak perempat final. Di antara empat duel perempatfinal di Piala Dunia 2018, pertarungan Brasil versus Belgia yang paling dinantikan.
Wajar saja apabila penikmat sepak bola sudah tak sabar menyaksikan duel yang bakal digeber di Kazan Arena, Kazan, Sabtu (7/7/2018) pukul 01.00 WIB tersebut. Brasil dan Belgia sama-sama mengusung sepak bola menyerang. Jadi, tak mengherankan jika duel ini bisa seseru ketika Prancis menghancurkan Argentina lewat thriller tujuh gol pada babak 16 besar lalu.
Kemenangan 2-0 atas Meksiko pada babak 16 besar, Senin (2/7/2018), membuat Brasil memecahkan rekor sebagai tim yang paling moncer dalam sejarah Piala Dunia dengan 228 gol. Juara dunia lima kali itu menggeser Jerman yang mengoleksi 226 gol.
Sementara itu, Belgia merupakan tim paling moncer di Piala Dunia 2018 dengan mencatat 12 gol. De Rode Duivels (Setan Merah), julukan Belgia, lolos ke perempat final setelah menundukkan Jepang 3-2 melalui comeback brilian seusai tertinggal dua gol, Selasa (3/7/2018) dini hari WIB. Dari 12 gol Belgia tersebut, separuhnya berasal dari open play.
Sementara Brasil masih masuk lima besar tim paling produktif di Piala Dunia 2018, dengan tujuh gol. Koleksi gol tim berjuluk Selecao itu memang tidak segarang Belgia. Tapi untuk urusan melepaskan percobaan tembakan, Neymar dkk. boleh diadu dengan Setan Merah.
Belgia dan Brasil menempati urutan teratas sebagai tim tersisa yang paling berbahaya melepaskan tembakan percobaan. Kevin de Bruyne dkk. dengan 19 percobaan tembakan per laga, sementara Brasil lebih unggul sedikit dengan 19,3 percobaan tembakan per pertandingan. Maka tak terlalu muluk apabila penggemar sepak bola mendapat tontonan menghibur ketika Brasil berjumpa Belgia di Kazan Arena.
“Ketika Anda bermain melawan Brasil, Anda harus sadar Anda bermain melawan tim terbaik dunia di kompetisi ini. Kami harus punya cara nyata bagaimana melawan pemain-pemain seperti Neymar dan Philippe Coutinho, mereka bisa mengubah laga dalam hitungan detik. Sebagai seorang bocah, Anda tentu bermimpi bermain Piala Dunia melawan Brasil, jadi kami harus menikmatinya,” ujar Pelatih Brasil, Roberto Martinez, seperti dikutip Bbc.com, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.