Hujan Angin Terjang Berbah Sleman, Pohon Bertumbangan, Rumah Rusak, Baliho Ambruk
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Radamel Falcao meradang setelah diberi kartu kuning oleh wasit Mark Geiger./Reuters-Carl Recine
Harianjogja.com, JOGJA—Hujatan terhadap kepemimpinan wasit muncul di balik kemenangan Inggris atas Kolombia di 16 besar Piala Dunia
Striker Kolombia Radamel Falcao menganggap Mark Geiger, wasit asal Amerika yang memimpin laga tersebut, sangat bias. “Dia selalu membuat keputusan yang menguntungkan Inggris,” ujar Falcao seperti dilansir dari ESPN, Rabu (4/7/2018).
Dalam laga itu, Kolombia tercatat membuat 23 dari total 36 pelanggaran dan menerima enam kartu kuning. Geiger menunjuk titik putih setelah Harry Kane jatuh akibat bersenggolan dengan Carlos Sanches. Keputusan itu diambil tanpa mempertimbangkan video assistant referee (VAR).
“Wasit selalu berbicara menggunakan bahasa Inggris di lapangan dan tentu saja ini sangat bias.”
Kolombia sebenarnya bisa mengimbangi Inggris. Penguasaan bola kedua tim hanya beda 2%. Kolombia bisa melepaskan 14 tembakan berbanding 16 milik Inggris.
“Kami bermain imbang, tetapi wasit selalu bikin keputusan yang menguntungkan Inggris. Ini sangat merugikan kami. Dalam situasi yang sulit, dia selalu memihak Inggris. Sangat memalukan karena ini adalah 16 besar Piala Dunia.”
Pelatih Kolombia Jose Pekerman mengatakan pemain Inggris mengambil keuntungan dari keragu-raguan wasit. “Pemain Inggris punya postur tinggi tetapi gampang jatuh di kotak penalti kami. Mereka berduel dan mudah saja terkapar. Mereka juga memancing wasit untuk memberikan kartu kepada pemain kami. Situasi itu menentukan hasil akhir,” ujar Pakermen.
Dalam 90 menit dan perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang 1-1. Inggris mencetak gol lewat penalti Harry Kane di menit 57, sedangkan Kolombia membalas lewat sundulan Yerry Mina di menit 93.
Cercaan kepada Mark Geiger juga disampaikan Diego Maradona, pemain paling cerdik sekaligus licik dalam sejarah Piala Dunia. Maradona yang pernah menipu wasit dan jutaan orang lewat “Gol Tangan Tuhan” di Piala Dunia 1986 mengatakan wasit sudah merampok kemenangan yang semestinya milik Kolombia.
“Saya melihat perampokan yang monumental di lapangan. Jika kalian mencari nama wasit ini di Google, semestinya dia tidak dibolehkan memimpin laga,” kata Maradona dalam wawancara di Telesur.
Bukan kali ini saja Geiger menjadi sasaran komplain. Pemain Maroko Nordin Amrabat menuduh Geiger yang memimpin laga Maroko melawan Portugal di penyisihan Grup B berat sebelah. Kala itu Maroko kalah 0-1 gara-gara gol sundulan Cristiano Ronaldo.
“Saya tak tahu seperti apa Geiger, tetapi dia sangat mengidolakan Cristiano. Saya juga diberi tahu Pepe bahwa di babak pertama, Geiger meminta kausnya. Yang benar saja. Ini Piala Dunia, bukan sirkus,” ucap Amrabat dalam wawancara dengan media Belanda, NOS.
Geiger juga memimpin laga Korea melawan Jerman. Tak ada keluhan dari pemain Jerman meski mereka kalah 0-2 dan terlempar dari persaingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.