Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Timnas Kroasia (Reuters-Fabrizio Bensch)
Harianjogja.com, MOSKOW – Tim Nasional Kroasia berhasil melaju ke final Piala Dunia untuk kali pertama dalam sejarah mereka. Gol Mario Mandzukic di masa extra time saat melawan Inggris di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis (13/7/2018) dini hari WIB membuat tim berjuluk Vatreni itu lolos ke partai puncak Piala Dunia 2018.
Sebelumnya, Inggris dan Kroasia bermain imbang 1-1 di waktu normal. Inggris unggul lebih dulu melalui Kieran Trippier di babak pertama. Kroasia kemudian menyamakan kedudukan melalui Ivan Perisic di babak kedua. Hingga akhirnya Mandzukic menjadi pahlawan di babak perpanjangan waktu.
"Ini keajaiban. Hanya tim hebat yang memiliki keberanian seperti kami untuk bangkit dari tertinggal satu gol melawan tim seperti Inggris. Kami bermain segenap hati di turnamen ini,” ujar Mandzukic, seperti dikutip Fourfourtwo.com.
“Saya senang dengan penampilanku di seluruh pertandingan. Saya di sini untuk tim. Kami dalam tekanan ketika melawan Denmark dan Rusia, namun Anda bisa lihat hari ini. Kami seperti singa malam ini dan kami bisa sampai final," sambungnya.
Ivan Rakitic cs. tiba di Rusia sebagai tim nonunggulan yang selalu dibayangi kesuksesan pendahulu mereka ketika menembus semifinal Piala Dunia 1998. Tapi, pasukan Zlatko Dalic cs. berhasil melampaui pencapaian terbaik generasi emas Kroasia sebelumnya dengan lolos ke final Piala Dunia 2018.
Kroasia menjadi negara dengan populasi terkecil kedua di dunia yang mampu lolos ke babak pamungkas setelah Uruguay lolos ke final pada 1930 dan 1950. Menurut data Worldometers.info, jumlah populasi Kroasia 4,1 juta pada 2018. Jumlah itu jauh dari populasi Jerman ketika lolos ke final dan menjadi juara Piala Dunia 2018, yakni sekitar 82 juta penduduk.
Sementara ketika Uruguay berpopulasi 1,7 juta penduduk ketika lolos ke final Piala Dunia 1930 dan berpopulasi 3,4 juta penduduk ketika menembus Piala Dunia 1950. Dengan jumlah populasi kurang dari 4 juta penduduk, Uruguay berhasil menjuarai Piala Dunia pada 1930 dan 1950. Apakah Kroasia bisa mengikuti jejak La Celeste, julukan Uruguay, untuk menjadi juara di turnamen sepak bola termahsyur di dunia ini?.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.