Ribuan Orang Berduka Atas Kepergian Denis Ten, Peraih Medali Olimpiade Sekat dari Kazakhstan

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Sabtu, 21 Juli 2018 21:37 WIB
Ribuan Orang Berduka Atas Kepergian Denis Ten, Peraih Medali Olimpiade Sekat dari Kazakhstan

Suasana upacara pemakaman Denis Ten di Istana Olahraga ibukota di Kazakhstan, Sabtu (21/7/2018)./REUTERS-

Harianjogja.com, ALMATY-Ribuan orang pelayat memadati gedung olahraga untuk mengingat pemain sekat indah Denis Ten dari Kazakhstan pada Sabtu (21/7/2018), dua hari setelah ia ditikam hingga tewas di jalanan di Almaty.

Peraih medali perunggu Olimpiade, yang berusia 25 tahun pada Juni, ditusuk menggunakan pisau di siang hari ketika ia melawan dua laki-laki yang kedapatan mencoba mencuri kaca-kaca pada mobilnya. Hal itu diungkapkan pihak kepolisian.

Para penggemar, beberapa dari mereka menangis, membawa bunga dan memegang spanduk bertuliskan "Forgive us, we couldn\'t save you" (Maafkan kami, kami tidak bisa menyelamatkanmu) pada upacara pemakaman di Istana Olahraga ibu kota.

Mereka mendengarkan rekaman sebuah lagu yang ditulis si atlet beberapa waktu sebelum kematiannya. Lagu itu berjudul "She Won\'t Be Mine."

"Dia merupakan pribadi yang luar biasa, patriot sesungguhnya dari Kazakhstan," ujar Presiden Nursultan Nazarbayev dalam pesan yang dibacakan dalam upacara itu.

Beberapa tokoh olahraga dari Kazakhstan datang dari luar negeri, termasuk juara tinju kelas menengah Gennady Golovkin yang berlatih di Amerika Serikat.

Ten menjadi atlet sekat pertama dari Kazakhstan yang memenangkan medali Olimpiade ketika ia menyabet perunggu pada Olimpiade Sochi 2014.

Ia kemudian mengalami cedera, tetapi berkompetisi pada Olimpiade Pyeongchang tahun ini di mana ia mendapat dukungan dari penggemar lokal karena akar Koreanya. Ia berada di urutan ke-27.

Dua tersangka telah ditahan atas pembunuhan itu, ujar polisi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : REUTERS

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online