Menpar Bawa Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 ke Solo dan Jogja, Ini Alasannya
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Corporate Secretary Jakarta Baring Sport City Mirza Zulkarnain usai acara rilis survei Ombudsman terkait kesiapan Asian Games 2018 di Kantor Ombudsman, Jakarta Senin (23/7/2018)./Bisnis-Muhammad Ridwan
Harianjogja.com, JAKARTA – Asian Games tinggal menghitung hari. Namun, hasil audit Ombudsman Indonesia menyebutkan sebanyak 14 venues (tempat pertandingan) Asian Games belum memiliki fasilitas tempat duduk untuk kaum difabel. Kekuarangan lainnya adalah fasilitas ibadah,ruang kesehatan, dan petunjuk arah yang belum disajikan dalam dua bahasa.
Lembaga pengawas pelayanan publik Ombudsman RI menyerahkan hasil survei kesiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 kepada panitia penyelenggara AG 2018, INASGOC Senin (23/7/2018).
Hasil survei diserahkan anggota Ombudsman Adrianus E Meliala kepada Sekjen INASGOC Erris Herryanto, Sekretaris Perusahaan Jakabaring Sports City Mirza Z Mursalin dan Direktur Utama Pusat Pengelola Gelora Bung Karno Winarto di Gedung Ombudsman, Jakarta.
Survei bertujuan menilai persiapan panitia dalam menyediakan fasilitas, infrastruktur dan pelayanan publik di ajang Asian Games 2018.
"Ada dua dimensi besar dalam survei, yaitu sarana pelayanan publik, terdiri dari 12 item, sarana keamanan dan keselamatan, terdiri dari delapan item," kata Adrianus Senin 923/7/2018) seperti dilaporkan Antara.
Pengumpulan data survei dilakukan di sejumlah arena di kawasan GBK (Gelora Bung Karno), di luar GBK, dan di kawasan Jakabaring Sport Center, Palembang, pada H-60 dan dipaparkan pada H-40 pelaksanaan Asian Games 2018.
Hal tersebut dilakukan agar Ombudsman dapat menemukan apakah penyediaan sarana dan prasaran sudah ada kemajuan atau belum.
Survei Ombudsman tersebut menyimpulkan bahwa sejumlah pembangunan sarana dan prasarana untuk pengunjung telah siap digunakan. Namun, penambahan dan penyempurnaan mengakibatkan kesiapan sarana prasarana publik lambat dan sangat mepet dengan pelaksanaan Asian Games 2018.
Kemudian, arena dengan sarananya secara umum masih memiliki konsep pembangunan yang tidak ramah bagi penyandang kebutuhan khusus (difabel). Ombudsman menemukan dari 24 arena, ada 14 arena yang tidak menyediakan tempat duduk bagi kaum difabel. Sementara enam arena menyediakan dan empat arena sudah menyediakan.
Temuan lain adalah belum terpasangnya papan informasi dan penunjuk arah lokasi arena menggunakan dua bahasa, namun hanya menggunakan piktogram, sehingga dikhawatirkan menyulitkan pengunjung asing, serta belum adanya sarana pengukur kepuasan pengunjung di seluruh arena.
Belum semua arena dilengkapi oleh klinik kesehatan, ruang kendali stadion (Stadium Control Room), dan rambu keselamatan.
Selain itu, Ombudsman menilai perlunya panitia penyelenggara menyediakan ruang ibadah yang layak, mudah diakses, nyaman dan aman sesuai standar internasional.
Sekjen INASGOC Eris Herryanto menyambut positif survei yang dilakukan oleh Ombudsman tersebut sebagai bahan masukan untuk memperlancar dan membantu persiapan AG 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.