Pasangan Fajar/Rian Terhenti di Babak 16 Besar

Ahmad Baihaqi
Ahmad Baihaqi Kamis, 02 Agustus 2018 18:42 WIB
Pasangan Fajar/Rian Terhenti di Babak 16 Besar

Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Rian Ardianto di babak penyisihan grup Piala Thomas 2018 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Selasa (22/5/2018). (Antara-Puspa Perwitasari)

Harianjogja.com, NANJING - Pebulutangkis Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal melangkah ke babak selanjutnya di Kejuaraan Dunia 2018. Mereka terhenti di babak 16 Besar setelah kalah dari wakil Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Dalam pertandingan babak 16 Besar yang dilangsungkan pada Kamis (2/8/2018), Fajar/Rian kalah dua game langsung dari Takeshi/Keigo dengan skor 17-21 dan 16-21. Ini menjadi kekalahan pertama Fajar/Rian dari pasangan Jepang itu setelah sebelumnya menang dalam dua pertandingan terakhir.

Fajar/Rian memang tak tampil di permainan terbaik mereka pada laga kali ini. Seringkali keduanya tak dapat mengembalikan serangan lawan dengan baik. Beberapa kali pula mereka mati langkah dan gagal mengantisipasi penempatan bola lawan.

"Mereka sudah mengantisipasi permainan kami, dan tadi kami banyak main di bawah tekanan. Saya pribadi memang merasa sering melakukan kesalahan sendiri, banyak buang-buang poin," kata Fajar seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org.

"Di game kedua kami lebih maksa menyerang tapi mereka tidak mudah dimatikan. Kami balik tertekan. Pelatih mengarahkan kami supaya jangan buru-buru mematikan lawan," imbuh Rian.

Setelah kejuaraan ini, Fajar/Rian akan segera bersiap mengikuti Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta.

"Setelah kembali ke Jakarta, kami harus langsung mulai persiapan. Selain teknik dan fisik, kami harus meningkatkan fokus kami di lapangan. Kami harus bisa konsisten menjaga fokus dari awal sampai akhir game, jangan sampai tiba-tiba blank," tandas Fajar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online