Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa Saat Ditahan Israel
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Ilustrasi Asian Games 2018./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JAKARTA-Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee/Inasgoc) bersikukuh bahwa harga tiket upacara pembukaan dan pertandingan di Asian Games 2018 ditetapkan sesuai dengan daya beli masyarakat.
"Dalam penentuan harga tiket itu kita bukan tebak-tebakan tetapi berdasarkan riset dan desain," kata Ketua Inasgoc Erick Thohir di Jakarta, Jumat (3/8/2018).
Erick mengungkapkan hal tersebut setelah menggelar rapat persiapan Asian Games bersama Wapres RI Jusuf Kalla dan sejumlah menteri di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Erick mengatakan, Inasgoc menggandeng suatu badan riset untuk mengadakan studi dalam menentukan harga tiket Asian Games 2018. Mereka mengidentifikasi pertandingan-pertandingan apa saja yang bisa menarik banyak penonton dan yang sepi peminat.
Selain itu, Erick mengatakan harga tiket Asian Games 2018 lebih murah jika dibanding harga tiket Asian Games dari dua negara tuan rumah sebelumnya, yaitu Tiongkok dan Korea Selatan.
Untuk tiket pembukaan AG 2018, Inasgoc membanderol tiket paling murah Rp750.000-an hingga yang paling mahal Rp5 juta.
Sementara, ketika Tiongkok menjadi tuan rumah Asian Games, mereka memasang harga hingga Rp15 juta untuk tiket menonton pembukaan.
"Tiket Syahrini saja 25 juta terjual habis. Jadi kita di bawahnya," kata Erick.
Kemudian terdapat persepsi yang salah di masyarakat yang menggangap bahwa tiket pertandingan Asian Games harganya Rp750.000.
Padahal, Inasgoc memasang harga tiket pertandingan di Asian Games dari Rp50.000 hingga Rp600.000.
Selain itu pihak penyelenggara juga menggandeng sejumlah mitra untuk memberikan diskon harga tiket hingga 50-70%.
Inasgoc juga menyediakan 25.000 tiket gratis untuk para pelajar, difabel, dan orang tua.
"Jadi kita tidak mau menjadi seperti menara gading di tengah-tengah perayaan itu tetapi rakyatnya tak dilibatkan," kata Erick.
Tak bisa dipungkiri juga akan ada sejumlah pertandingan yang sepi penonton seperti cabang olahraga kabbadi.
"Tetapi kalau sepak bola, bulu tangkis, bola basket atau mungkin pencak silat, atau di mana tim nasional Indonesia bertanding insyaallah semua suporternya datang dan pasti penuh," kata Erick.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.