Laju PSIM Jogja Terhenti, Ditekuk Blitar United 0-1 di Cilacap

Jumali
Jumali Senin, 06 Agustus 2018 19:33 WIB
Laju PSIM Jogja Terhenti, Ditekuk Blitar United 0-1 di Cilacap

Ofisial PSIM Jogja Mateus Kristanto (mengacungkan tangan) saat menenangkan suporter pada laga PSIM Jogja melawan Blitar United di Stadion Wijayakusuma Cilacap, Senin (6/8/2018). / Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, CILACAP - Laju positif PSIM Jogja terhenti, setelah ditekuk oleh Blitar United dengan skor 0-1 di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (6/8/2018) sore. Sebiji gol The Black Cats-julukan Blitar United dicetak melalui gol cepat pada detik ke-45, melalui Angga Yudha.

Atas hasil ini PSIM Jogja harus puas melorot dari posisi kelima ke tujuh. Sedangkan tambahan tiga poin yang diraih oleh Blitar United membuat mereka di posisi kelima klasemen sementara.

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak mengaku meminta maaf atas hasil yang tidak maksimal pada laga kali ini. Sebab, sejatinya Hendika Arga dan kawan-kawan telah bermain maksimal.

"Hasil belum berpihak ke PSIM. Kami minta maaf kepada semua elemen, termasuk suporter, yang datang ke sini," ujar Bona usai pertandingan.

Mengenai gol cepat yang terjadi ke gawang anak asuhnya, Bona mengakui hal itu berdampak pada ketenangan pemain. Alhasil, meski banyak peluang, namun PSIM Jogja gagal mengkonversikan peluang yang ada menjadi gol. "Tadi anak-anak terburu-buru sehingga banyak peluang terbuang," terangnya.

Pertandingan sendiri sempat terhenti sekitar 30 menit saat waktu pertandingan memasuki tambahan waktu menyusul masuknya ratusan suporter PSIM yang berada di tribun selatan untuk mengejar wasit Khalid Al Makmum (Nangroe Aceh Darussalam) yang dinilai tak adil memimpin laga.

Bahkan, wasit dan perangkat pertandingan lainnya sempat enggan keluar dari ruang ganti untuk melanjutkan pertandingan. Setelah menunggu 30 menit akhirnya wasit kembali melanjutkan laga yang tersisa satu menit dan tidak ada gol lagi yang tercipta

Menanggapi hal tersebut, Bona menyatakan menyayangkan adanya kejadian tersebut. "Kami harapkan tidak kena sanksi dan seharusnya bisa jadi pelajaran agar tidak terulang kembali," tambah Bona.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online