Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Manchester City/Reuters-Craigh Brough
Harianjogja.com, JOGJA—Liga Premier Inggris memang pantas disebut sebagai liga paling kompetitif di dunia. Di saat beberapa liga top Eropa dikuasai tim itu-itu saja, tidak ada satu pun klub Liga Premier Inggris yang mampu mempertahankan trofi atau juara berturut-turut (back to back) dalam sembilan musim terakhir.
Di Italia, Juventus menyapu gelar Seri-A dalam tujuh musim beruntun. Sedangkan di Jerman, Bayern Munchen baru saja menahbiskan diri sebagai juara enam kali Bundesliga Jerman tanpa putus. Paris Saint Germain (PSG) seolah tak mau kalah memonopoli liga domestik dengan meraih gelar Ligue 1 Prancis selama enam tahun terakhir.
Bagaimana dengan Liga Premier Inggris? Kali terakhir klub Liga Premier Inggris mampu mempertahankan gelar juara yakni saat Manchester United finis terdepan di klasemen pada 2008/2009. Saat itu, United masih diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo.
Jika dilihat secara lebih luas, selalu ada klub yang mampu mempertahankan gelar di 55 liga sepak bola di bawah naungan UEFA selama sembilan semusim terakhir, kecuali Liga Premier Inggris! Tantangan besar pun bakal dihadapi juara bertahan Manchester City pada Liga Premier 2018/2019 yang bakal dibuka akhir pekan ini.
Pelatih City, Josep ”Pep” Guardiola, telah merasakan persaingan sengit di Liga Inggris. Pelatih yang pernah mengantar Barcelona meraih dua trofi Liga Champions itu baru bisa menaklukkan kompetisi kasta tertinggi di Inggris ini pada musim keduanya menangani City.
Keberhasilan Guardiola mengantar City sebagai juara Liga Inggris dengan menembus 100 poin pada musim lalu membuat tim besutannya kembali masuk daftar favorit juara untuk 2018/2019. Sejumlah bursa taruhan menempatkan The Citizens, julukan City, sebagai kandidat utama meraih gelar Liga Premier musim 2018/2019.
Namun, upaya The Citizens untuk menyamai pencapaian tetangga mereka ketika mempertahankan gelar Liga Premier pada 2008/2009, sepertinya bakal menemui jalan terjal. Beberapa media Inggris menyusun alasan yang bisa membuat City gagal mempertahankan gelar. Di antaranya yakni tidak ada pelapis di sektor gelandang bertahan yang ditempati Fernandinho hingga kelelahan yang dialami sederet bintang mereka selepas Piala Dunia 2018.
Tim-tim penguhuni big six siap menggulingkan City dari singgasana mereka, terutama Liverpool. Finalis Liga Champions musim lalu tersebut telah mempermak lini belakang yang menjadi titik kelemahan mereka musim lalu, yakni dengan membeli kiper Alisson Becker dari AS Roma berbanderol hampir 67 juta poundsterling (Rp1,2 triliun).
Liga Premier musim ini juga bakal dipanaskan dengan kedatangan beberapa pelatih pendatang baru, antara lain Maurizio Sarri (Chelsea) dan Unai Emery (Arsenal).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.