Aturan Baru X: Cuitan Dibatasi, Pengguna Diminta Berlangganan
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Hansamu Yama Pranata, Irfan Jaya, dan Evan Dimas Darmono merayakan gol ke gawang Hong Kong pada laga Grup A sepak bola putra Asian Games 2018 di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat,Senin (20/8/2018). Antara-Inasgoc-Charlie
Harianjogja.com, BEKASI—Pelatih Indonesia Luis Milla menilai gol Irfan Jaya yang menjadi penyama kedudukan kala melawan Hong Kong di laga terakhir Grup A sepak bola putra Asian Games 2018 sangat krusial.
“Ketika kami bisa mencetak gol penyeimbang di babak kedua, pemain jadi lebih bersemangat,” ujar Milla seusai pertandingan timnas U-23 Indonesia kontra timnas U-23 Hong Kong di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/8/2019).
Para pemain Garuda Muda pun mampu menguasai pertandingan. Gerakan-gerakan cepat dan terstruktur pemain Indonesia membuat skuat Hong Kong kelelahan yang berujung pada terbukanya pertahanan mereka. Dalam situasi inilah dua gol tambahan Indonesia datang dari kaki Stefano Lilipaly di menit ke-85 dan Hanif Sjahbandi di menit ke 90+4 sehingga membuat Indonesia memenangkan laga dengan skor akhir 3-1.
Irfan Jaya bermain cemerlang di Asian Games 2018. Dia sudah mencetak dua gol, yang pertama dihasilkan kala Indonesia kalah 1-2 dari Palestina.
“Sejatinya Hong Kong bermain bagus di babak pertama. Strategi mereka sangat baik dan mencoba menutup pergerakan sayap kami. Meski demikian, gol mereka di babak pertama sebenarnya bisa dihindari. Akan tetapi, semua berubah di paruh kedua,” kata Milla.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia tertinggal terlebih dahulu setelah bek Hong Kong Lau Hok Ming menorehkan gol di menit ke-38.
Kemenangan atas Hong Kong membuat Indonesia berhasil menjadi juara Grup A dan melaju ke babak 16 besar. Di perdelapanfinal, Indonesia akan menghadapi Uni Emirat Arab, Jumat (24/8) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, mulai pukul 16.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta