Asian Games 2018: Kartu Merah yang Menyelamatkan Investasi Spurs

Budi Cahyana
Budi Cahyana Senin, 27 Agustus 2018 22:10 WIB
Asian Games 2018: Kartu Merah yang Menyelamatkan Investasi Spurs

Son Heung-min (kanan) merangkul Hwang Hee-chan setelah Korea mengalahkan Uzbekistan di perempat final Asian Games 2018./Antara-Insagoc-Charlie

Harianjogja.com, JOGJA—Korsel selamat dari ancaman kekalahan dan tersingkir di sepak bola putra Asian Games 2018. Dengan demikian, investasi Tottenham Hotspur, yakni 70.000 paun atau setara Rp1,3 miliar per pekan untuk menggaji Son Heung-min, pun untuk sementara selamat. 

Dalam laga perempat final di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin (28/8/2018), Korea berhasil mengalahkan Uzbekistan 4-3 lewat perpanjangan waktu. Gol Korea dicetak hattrick Hwang Ui-jo dan sepakan penalti Hwang Hee-chan. Adapun tiga gol Korea disumbang Jaloliddin Mashapirov, Ikromjon Alibaev, dan gol bunuh diri bek Korea Hwang Hyun-soo.

Kemenangan ini sangat penting untuk para pemain Korea, terutama Hwang Ui-jo dan bintang Tottenham Hotspur Son Heung-min.

Undang-Undang Wajib Militer di Korea mengharuskan pemuda berusia di bawah 28 tahun ikut wajib milir selama 21 bulan. Ada tiga golongan yang bebas dari kewajiban ini, yakni atlet peraih emas, perak, maupun perunggu di Olimpiade; atlet peraih emas di Asian Games, dan pemuda yang sekujur tubuhnya dipenuhi tato.

Tahun ini adalah kesempatan terakhir Son dan Hwang untuk bebas dari wajib militer. Son berusia 26 tahun dan Hwang 25 tahun. Artinya, usia mereka akan melebihi batas maksimal usia wajib militer saat Asian Games 2022 digelar di Hangzhou, Tiongkok. Mereka punya kesempatan untuk menorehkan prestasi di Olimpiade Tokyo 2020. Namun, Korea jelas bakal kesusahan merebut setidaknya perunggu di ajang sekelas Olimpiade karena tim-tim besar dari Eropa dan Amerika juga bakal ikut serta.

Jika mampu meraih emas Asian Games 2018, Son dan Hwang bakal bebas dari wajib militer. Khusus untuk Son, emas akan menyelamatkan kariernya, juga menyelamatkan investasi Spurs. Juli lalu, Son baru saja mendapat perpanjangan kontrak lima tahun sampai 2023 di White Hart Lane. Bayarannya dinaikkan dari 60.000 paun per pekan menjadi 70.000 paun per pekan. Jika gagal meraih emas di Asian Games 2018, Son kudu menjalani wajib militer 21 bulan sebelum 2020. Imbasnya, dia harus absen di Liga Premier Inggris dan kemungkinan Liga Champions. Sementara, perpanjangan kontrak sampai 2023, dan gaji 70.000 paun per pekan, tentu bakal sis-sia untuk Spurs. Jika Son harus menjalani wajib militer 21 bulan, uang 5.880.000 paun atau setara Rp110,7 miliar (yakni gaji 21 bulan Son  di Spurs) bakal terbuang sia-sia.

Skenario buruk itu nyaris saja terjadi karena hingga menit ke-75 saat menghadapi Uzbekistan, Korea tertinggal 2-3. Untung saja Son mengirim assist untuk gol Hwang Ui-jo sehingga Korea bisa menyeimbangkan kedudukan dan memaksa laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu, jalan Korea makin mudah karena pencetak gol kedua Uzbekistan Ikromjon Alibaev mendapat kartu kuning kedua di menit ke-101. Korea kemudian leluasa mengurung Uzbekistan hingga akhirnya Hwang Ui-jo dilanggar Jaloliddin Mashapirov di kotak terlarang empat menit sebelum laga bubar. Hwang Hee-chan suksen menjadi eksekutor penalti dan Korea pun menang 4-3.

Pelatih Uzbekistan Ravshan Khaydarov mengatakan kartu merah untuk Alibaev sangat berpengaruh terhadap kekuatan timnya.

“Setelah kartu merah itu, ada perubahan dalam permainan yang membuat kami kalah,” ujar Ravshan seusai laga sebagaimana dilansir Antara.

Kehilangan Ikromjon yang menjadi pilar lini tengah menyulitkan Uzbekistan dan mereka terpaksa bertahan. Keadaan makin buruk setelah Jaloliddin Masharipov juga mendapat kartu merah di pengujung laga.

“Saya bangga dengan tim saya. Mereka memiliki masa depan yang cerah dan itu baik untuk tim nasional senior kami,” tutur pelatih yang membawa Uzbekistan menjuarai Piala AFC U-23 padaa Januari 2018 tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online