Indonesia Tanpa Marselino, Ragnar, dan Justin Hubner Hadapi Timor Lest
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Harianjogja.com, JAKARTA - Di ajang Asian Games, petinju nasional putri Huswatun Hasanah harus puas hanya meraih medali perunggu setelah dikalahkan petinju berpengalaman dari Thailand Sudaporn Seesondee dalam laga semifinal kelas ringan (60 kg) putri Asian Games 2018 di JIEXPO Kemayoran Jakarta, Jumat (31/8/2018).
Dalam laga tiga ronde itu, Huswatun tampil kurang maksimal. Petinju berusia 20 tahun itu kewalahan meladeni pukulan jab dan lurus kidal bertenaga dari Seesondee. Huswatun tampak mulai mengimbangi permainan Seesondee di ronde kedua. Huswatun yang sudah menorehkan sejarah karena mencapai semifinal di Asian Games 2018 ini mulai efektif melakukan serangan.
Pukulan Huswatun bertenaga dan membuat Sasondee beberapa kali kehilangan konsentrasi.
Namun ketika Seesondee berbalik menyerang, Huswatun kurang rapat dalam bertahan. Di ronde ketiga, Huswatun diberikan peringatan oleh wasit karena kerap memeluk lawan dan memutar ke belakang tubuh lawan.
Berdasarkan skor akhir laga, Huswatun kalah telak. Di tiga ronde, kelima wasit memberikan nilai sempurna yakni 10 bagi Seesonde.
Usai laga, Huswatun mengaku latihan selama rehat satu hari pada Kamis (30/8) belum cukup untuk membuatnya mampu membendung serangan kidal dari Seesondee. Huswatun mengaku sudah tampil optimal. Dia meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena hanya bisa memberikan medali perunggu.
"Saya memang kesulitan tadi karena lawan petinju kidal. Tapi pertandingan ini jadi pelajaran buat saya agar bisa lebih baik lagi nanti saat seleksi untuk SEA Games 2019 di Filipina," ujar petinju asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu.
Pelatih Kepala Tim Nasional Tinju Adi Swandana mengatakan penampilan Huswatun menurun pada semifinal dan tidak seoptimal pada saat laga melawan Pavitra, petinju senior India, di babak perempatfinal.
"Tidak bisa dipungkiri, mungkin ini karena jam terbang yang kurang, dan uji tanding (try out) yang minim menjelang Asian Games 2018," ujar Adi.
Namun, hasil medali perunggu bagi petinju putri Indonesia sudah merupakan prestasi. Petinju putri Indonesia di laga Asian Games sebelumnya tidak pernah menembus babak semifinal. Untuk cabang tinju pun Indonesia terakhir meraih medali pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand.
"Ke depan, kita butuh jam pertandingan yang lebih banyak," ujar Adi.
Kini Indonesia tinggal berharap pada Sunan Agung Amoragam untuk bisa ke babak final. Petinju kelas bantam (56 kg) putra, yang akan melawan petinju Uzbekistan Mirazizbek Mirzakhalilov, Jumat malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.