Iuran BPJamsostek Turun, Pekerja Pamsimas di Jogja Dapat JKK dan JKM
Pekerja Pamsimas 2026 di DIY mendapat perlindungan JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan. Iuran turun menjadi Rp8.400 per orang.
Rekonstruksi pengeroyokan Haringga Sirla. /Okezone
Harianjogja.com, BANDUNG - Peristiwa pengeroyokan hingga tewas yang menimpa Haringga Sirila, 23, suporter asal Jakarta di Stadion GBLA Bandung pada Minggu 23 September 2018, saat menjelang laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta menjadi kemarahan banyak pihak.
Dalam kejadian tersebut, polisi menetapkan delapan tersangka. Penyidikan kepolisian pun masih terus dikembangkan, untuk menangkap pelaku lainnya, yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Ditemui saat menggelar rekontruksi, salah seorang saksi yakni Adang Ali, mengatakan dirinya melihat langsung aksi pengeroyokan terhadap Haringga.
Adang pria 67 tahun yang kesehariannya berjualan bakso di Stadion GBLA itu, turut menjadi saksi dalam aksi pengeroyokan itu.
"Saya melihat korban diseret dan diteriaki," kata Adang, saat ditemui di lokasi pengeroyokan, di Stadion GBLA, Bandung, Jalan Cimencrang, Gedebage, Rabu (26/9/2018).
Masih terngiang dalam ingatakannya, saat kejadiannya banyak orang meneriaki korban. Seingatnya, korban lanjut Adang diteriaki dengan sebutan supporter Persija Jakarta.
"Waktu itu korban diteriaki, \'Ieu aya budak The Jak, kadarieu\' [ini ada anak The Jak, ayo kesini]. Mereka teriaki itu sambil memukuli korban," ungkap dirinya.
Demi rasa kemanusiaan, Adang mengaku dengan keadaannya tersebut, dirinya sempat mencoba menghentikan aksi pengeroyokan itu. Namun malah dirinya turut dikerumuni massa yang cukup banyak, saat itu.
"Saya turut kedorong-dorong waktu itu. Karena orang banyak saya tak sadarkan diri. Waktu pas sadar, saya dapat kabar kalau korban tak sadarkan diri," ucapnya.
Dari situ, Adang mengaku tidak mengetahui kejadian lainnya. Namun begitu, barang dagangannya pun hancur.
"Piring saya habis semua, pecah semua," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pekerja Pamsimas 2026 di DIY mendapat perlindungan JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan. Iuran turun menjadi Rp8.400 per orang.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.