Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Joachim Low/Reuters-Ralph Orlowski
Harianjogja.com, JOGJA - Paris selalu indentik dengan suasana romantis. Namun, di kota penuh cinta tersebut, nasib Pelatih Jerman, Joachim Low, bisa jadi akan berakhir tragis.
Kekalahan telak 0-3 dari Belanda pada Grup 1 Liga A UEFA Nations League, Minggu (15/10/2018) dini hari WIB, membuat Low semakin tersudut. Maklum, Jerman menelan lima kekalahan dan hanya tiga kali menang dalam 10 pertandingan pada 2018 ini. Mantan asisten Jurgen Klinsmann di Piala Dunia 2006 tersebut sontak didesak meninggalkan jabatan yang diemban selama 12 tahun lamanya.
Jerman memang pernah memiliki kenangan manis bersama Jogi, sapaan Low. Termasuk mengangkat trofi keempat mereka di Piala Dunia, saat turnamen terakbar di dunia tersebut digelar di Brasil pada 2014. Low juga masih terikat kontrak bersama Der Panzer, julukan Jerman, hingga 2022 mendatang.
Namun, cerita manis Low di kursi pelatih Jerman bisa saja berakhir pada laga ke-169 miliknya saat Der Panzer berjumpa Prancis pada matchday ketiga Grup 1 UEFA Nations League, di Stade de France, Paris, Rabu (17/10/2018) pukul 01.45 WIB. Apakah Low menyadari posisi gentingnya tersebut di kursi de trainner Jerman?
"Tentu saya sudah memprediksi itu. Terkadang saya harus berdamai dengan [kritik dan tekanan]. Kami harus bertanggung jawab dengan hasil ini. Perdebatan itu normal, namun pekerjaanku menyiapkan tim yang layak melawan Prancis," jelas Low, seperti dilansir Espn.com, Senin (15/10/2018).
Manuel Neuer cs. harus menghindari aib lainnya, yakni menelan kekalahan beruntun untuk kali pertama sejak 2000. Apalagi, jika sampai menelan kekalahan di Stade de France, Jerman semakin terancam turun kasta ke Liga B, di UEFA League Nations ini.
"Saya tidak tahu apakah setiap pemain merasa tidak aman. Itu sesuatu yag perlu ditanyakan setiap pemain kepada diri mereka sendiri. Kami semua harus memperjelas itu kepada pelatih kepala bahwa kami siap menerima tantangan. Ketika Anda kalah, Anda akan mendapat banyak kritik dan orang-orang bicara negatif," jelas Neuer.
Namun, upaya Jerman untuk bangkit tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Prancis merupakan lawan yang sangat menyulitkan bagi Der Panzer. Dalam empat pertemuan terbaru kedua tim, Jerman tak pernah mampu meraih kemenangan. Der Panzer menelan dua kekalahan dan dua pertandingan lainnya berakhir imbang.
Salah satu hasil imbang itu diperoleh dalam pertemuan pertama kedua tim di Liga Nations. Jerman hanya bermain imbang tanpa gol saat menjamu Prancis, September silam. Masalah penyelesaian akhir memang menjadi PR besar Jerman jika mereka ingin menaklukkan Les Bleus, julukan Prancis. Timo Werner cs. gagal mencetak gol dalam tiga penampilan terbaru mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.