El Nino Mengintai, Harga Pangan 2027 Perlu Diwaspadai
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Ganda putra Pramudya Kusumawardana/Rehan Naufal dari klub PB Djarum Kudus/Dok. pbdjarum.org
Harianjogja.com, MAGELANG - Klub bulu tangkis PB Djarum Kudus sukses membawa pulang Piala Liem Swie King yang merupakan hasil tertinggi pada Blibli.com Superliga Junior 2018 untuk kategori beregu putra U-19 setelah di partai puncak mengalahkan tim PB Exist Jakarta dengan skor 3-1.
Hasil kejuaraan yang berlangsung di GOR Djarum, Magelang, Minggu (21/10/2018) memang sesuai target yang ditetapkan oleh manajemen atau mampu mempertahankan predikat juara kejuaraan bulu tangkis beregu junior terbesar di Indonesia ini.
Seperti pertandingan tim putri, tim putra PB Djarum juga mengawali pertandingan pertama kekalahan. Kali ini Alberto Alvin gagal mengalahkan andalan dari PB Exist, Yonathan Ramlie dengan dua gim langsung 14-21 dan 18-21.
Baru pada pertandingan kedua, ganda putra PB Djarum Daniel Marthin/Leo Rollycarnando berhasil menumbangkan pasangan Exist, Caesar Bagus Sadewo/Dejan Ferdinansyah dengan skor 21-19, 21-13 dan sehingga membuat kedudukan menjadi 1-1.
Mampu menyamakan kedudukan membuat tunggal putra kedua antara andalan PB Djarum, Syabda Perkasa Belawa mampu tampil gemilang dengan menundukan Iqbal Aji Tri Pamungkas dari Exist dengan skor 21-13 dan 21-11 sehingga membuat tim asal Kudus ini berbalik unggul dengan skor 2-1.
PB Djarum akhirnya mengunci kemenangan atas PB Exist dengan skor 3-1, melalui ganda putra mereka Pramudya Kusumawardana/Rehan Naufal Kusharjanto yang berhasil mengalahkan Arya Adi Saputra/Muhammad Yusuf Maulana dari PB Exist dengan dua gim langsung 21-9, 21-13.
Sukses menjadi juara membuat salah satu pemain PB Djarum, Rehan Naufal Kusharjanto bangga. Apalagi tropi ini diraih membutuhkan perjuangan keras dan melibatkan banyak pidak dan dirinya menjadi pemain penentuan.
Tentunya senang sekali bisa menajdi penentu kemenangan kali ini bagi PB Djarum. Ini merupakan yang kedua kalinya bagi saya, setelah tahun lalu juga membela PB Djarum hingga juara. Senang sekali pokoknya rasanya bisa mempertahankan gelar,” kata Rehan dalam keterangan resminya.
“Kemenagan kali ini bagi saya sendiri sangat berharga. Karena ini terakhir kalinya bagi saya untuk membela PB Djarum di Superliga Junior. Semoga PB Djarum bisa terus Berjaya ke depannya di turnamen ini,” tambah Rehan.
Sebelum membawa pulang Piala Liem Swie King, PB Djarum juga sukses membawa Piala Yuni Kartika yaitu juara untuk ketagori beregu putri U-17. Untuk sisanya yaitu U-19 putri atau Piala Susy Susanti dan U-17 putra atau Piala Hariyanto Arbi semuanya diborong oleh PB Exist.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.